Gubernur Bengkulu Kena OTT KPK,

Golkar: Tanda Partai Mau Besar

FOTO | DETIK.COMGubernur Bengkulu tiba di KPK
A A A

Secara teori itu pasti akan mempunyai dampak. Tapi apakah itu mencerminkan suatu perolehan partai di 2019, saya rasa belum. Tentu kita masih punya waktu untuk recovery terhadap perolehan suara nanti di 2019,

Aziz Syamsuddin Ketua Mahkamah Partai Golkar

JAKARTA - Partai Golkar telah mendapat informasi soal kadernya yang juga Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, yang terkena OTT KPK. Golkar masih akan menunggu kebenaran informasi itu sembari menghormati proses hukum KPK.

"Secara AD/ART Partai Golkar kan sebagai partai yang menghormati hukum, kami menganut asas praduga tak bersalah. Bahwa seseorang yang diduga belum bisa dinyatakan bersalah pada saat setelah pengadilan menyatakan putusannnya yang mempumyai hukum tetap," kata Ketua DPP Golkar Aziz Syamsuddin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Golkar prihatin atas OTT KPK yang menimpa Ridwan Mukti. Aziz menyebut seluruh internal partai harus mengambil hikmah dari kasus ini.

"Nah mengenai rentetan-rentetan ini tentu kita prihatin. Mudah-mudahan ini menjadi suatu instropeksi bagi seluruh kader partai," sebut Aziz.

Aziz menyebut kasus ini dapat menurunkan elektabilitas Golkar. Namun, partainya juga masih punya kesempatan untuk mengembalikannya.

"Secara teori itu pasti akan mempunyai dampak. Tapi apakah itu mencerminkan suatu perolehan partai di 2019, saya rasa belum. Tentu kita masih punya waktu untuk recovery terhadap perolehan suara nanti di 2019," tegas Aziz.

Selain itu, Aziz memandang tertangkapnya Ridwan Mukti sebagai peringatan ke kader Golkar agar lebih hati-hati dalam bertindak. Dia juga mengatakan kasus ini sebagai tanda kebangkitan partainya.

"Tentu ini menjadi motivasi bagi Golkar. Kita sebagai kader partai Golkar untuk berhati-hati dan secara agama ini tanda-tanda partai mau besar," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, KPK menangkap 5 orang saat operasi tangkap tangan di Bengkulu.Satu kardus berisi uang rupiah ikut diamankan.

Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan diduga ada transaksi yang terjadi antara pihak swasta dan pihak yang terkait dengan penyelenggara negara saat OTT di Bengkulu.

Pihak yang ditangkap KPK diduga di antaranya Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya, Lilli Martiani Maddari. Keduanya bersama 3 orang lainnya yang terjaring dalam operasi tangkap tangan telah tiba di KPK sore ini.

Kode:47
Sumber:news.detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...