Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Terima Bantuan Baitul Mal

GMNI Sesalkan Tindakan Wabub Aceh Tengah

ISTIMEWA Ketua GMNI Aceh Tengah Mulyadi
A A A

BENER MERIAH - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah, menyesalkan tindakan Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus yang menerima bantuan dari Baitul Mal Bener Meriah untuk membangun rukonya yang terbakar.

Hal tersebut disampaikan Ketua GMNI Aceh Tengah Mulyadi melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

BACA JUGA:DPRA Rabun Melihat Kinerja Malek Mahmud

Mulyadi menjelaskan, pihaknya mendapat informasi bahwa Wakil Bupati Aceh Tengah ikut mendapatkan bantuan dari Baitul Mal Bener Meriah sebesar Rp30.000.000 untuk pembangunan rukonya di Kampung Pasar Simpang Tiga yang terbakar beberapa waktu lalu.

"Pada musibah kebakaran beberapa waktu lalu, ruko wakil Bupati juga ikut terbakar. Konyolnya, Firdaus malah ikut mendapat bantuan yang bersumber dari Baitul Mal untuk pembangunan rukonya,"ungkapnya.

Mulyadi menyesalkan tindakan Wakil Bupati Aceh Tengah mencedari norma kemanusiaan.

"Bantuan Baitul Mal itu untuk warga miskin, apa dasar sehingga Wakil Bupati Aceh Tengah juga mendapatkan bantuan? Apakah Wakil Bupati juga dikategorikan miskin?,"ujarnya.

Ia menambahkan, tindakan Wakil Bupati Aceh Tengah telah mencederai nama baik Aceh Tengah.

"Pejabat Kabupaten kita, terima bantuan masyarakat miskin dari Bener Meriah. Ini kan tindakan memalukan,"katanya.

Terakhir, Mulyadi mengatakan pihaknya akan menyelusuri permasalahan tersebut dan kemudian melaporkan tindakan Wakil Bupati kepada ombudsman Aceh.

"Kita akan laporkan tindakan memalukan tersebut,"ungkapnya.

Sementara saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp (WA) Wakil Bupati Aceh Tengah itu mengaku tidak tau kalau bantuan pembangunan rukonya yang terbakar bersumber dari anggaran apa.

"Saya tidak tau sumber dana dari mana," kata Firdaus.

Sementara Ketua Baitul Mal Bener Meriah Tgk Fakamuddin saat dikonfirmasi membenarkan dari 11 unit bantuan pembanguan rumah yang terbakar tersebut salah satunya milik Firdaus.

"Saya baru tau belakangan dari 9 ruko yang dibantu untuk dibangun akibat kebakaran Simpag tiga itu, salah satu milik Firdaus,"ungkapnya.

Munurut Fakamuddin, untuk tahun 2020 pihaknya memberikan bantuan rehab rumah sebanyak 30 unit di Bener Meriah untuk masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni.

"Per unitnya dianggarkan 30 juta, dan atas kesepakatan Forkopimda Plus 11 unit rumah yang terbakar di Kampung Simpang tiga dan Kampung Ujung Gele dibantu dari Baitul Mal,"terang Fakamuddin.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...