Aminullah Tinjau RSUD Meuraxa dan Pelabuhan Ulee Lheue

Genjot Sektor Pariwisata, Amin-Zainal Luncurkan Tagline “Geutanyo Mandum Tameusyedara”

1080
A A A
Hari ini juga setelah peninjauan, kami bersama dengan direktur rumah sakit akan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik atas segala permasalahan terutama mengenai kemampuan keuangan yang mengakibatkan rumah sakit kewalahan dalam hal penyediaan obat-obatan,

BANDA ACEH - Setelah pada Senin (10/7) kemarin meninjau Instalasi Pengolahan Air PDAM Tirta Daroy, hari ini Selasa (11/7/2107), Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh Aminullah Usman dan Zainal Arifin melakukan kunjungan ke RSUD Meuraxa.

Usai melaksanakan Salat Zuhur di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Amin-Zainal lalu menyambangi Pelabuhan Ulee Lheue untuk meninjau pelayanan dan fasilitas publik yang terdapat di sana. Sebelum kembali ke balai kota, keduanya mampir di Kantor Dinas Pariwisata Banda Aceh yang juga terletak di kawasan Ulee Lheue.

Selama berada di RSUD Meuraxa, mereka menyempatkan untuk meninjau seluruh ruangan dan fasilitas sembari berbincang dengan sejumlah pasien yang dirawat di sana. Ruang IGD, loket pendaftaran, depo farmasi rawat jalan, ruang rawat inap, instalasi londri, hingga instalasi pemulasaran jenazah didatangi satu per satu oleh Amin-Zainal. Keberadaan mobil Ambulance di rumah sakit milik Pemko Banda Aceh ini juga tak luput dari perhatiannya.

Terkait sejumlah permasalahan yang saat ini dialami RSUD Meuraxa, pria yang pernah berkiprah di dunia perbankan selama 37 tahun ini menyebutkan hal pertama yang ingin pihaknya pastikan adalah soal pemenuhan segala keperluan operasional, baik untuk obat-obatan maupun hal-hal lainnya.

“Kami juga telah mengecek kelengkapan peralatan kesehatan dan pendukungnya yang tersedia di sini baik yang ada di ruang ICU, ruang operasi, hingga mobil Ambulance. Ternyata memang masih banyak hal yang harus dilengkapi dan hal ini sangat kita sayangkan mengingat pasien datang berobat bukan hanya dari Banda Aceh tetapi juga dari kabupaten/kota lainnya di Aceh.”

Untuk itu, ke depan ia berharap Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat turut berkontribusi bagi kemajuan RSUD Meuraxa. “Untuk Ambulance saja kita masih kekurangan, dari jumlah minimal 5 unit namun hanya 3 yang bisa digunakan oleh pihak rumah sakit. Sedangakan beberapa unit lainnya tidak bisa digunakan lagi karena sudah rusak berat. Tentu hal ini akan mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat.”

“Hari ini juga setelah peninjauan, kami bersama dengan direktur rumah sakit akan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik atas segala permasalahan terutama mengenai kemampuan keuangan yang mengakibatkan rumah sakit kewalahan dalam hal penyediaan obat-obatan,” ungkapnya didampingi Plt Direktur RSUD dr Emiralda MKes.

Genjot Sektor Pariwisata, Amin-Zainal Luncurkan Tagline “Geutanyo Mandum Tameusyedara”

Sementara itu, saat bertandang ke Kantor Dinas Pariwisata Banda Aceh, Aminullah dan Zainal mengadakan pertemuan dengan Kepala Dinas Pariwisata Banda Aceh M Rizha dan para Kabid untuk membahas beberapa program di sektor pariwisata yang menjadi andalan Banda Aceh tersebut. Turut hadir di sana Kabag Administrasi Perekonomian Setdako Banda Aceh M Ridha.

Pada kesempatan itu, Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh periode 2017-2022 ini meminta Dinas Pariwisata untuk mensosialisasikan motto (tagline) baru yang akan diusung Banda Aceh yakni “Geutanyo Mandum Tameusyedara” yang menggambarkan keramahan warga kota.

Aminullah juga meminta Dinas Pariwisata untuk menambah target kunjungan wisatawan ke Banda Aceh. Tahun lalu, kunjungan wisatawan yang tercatat berdasarkan hunian hotel berjumlah 250 ribu orang. “Untuk itu, promosi Banda Aceh harus kita gencarkan terutama lewat media sosial, salah satunya dengan menggelar lomba foto secara berkala.”

“Di kawasan Ulee Lheue ini dapat kita adakan jalan santai maupun pentas seni dan budaya setiap minggunya dengan melibatkan pihak swasta, perbankan, dan BUMN. Begitu pula dengan zikir di Masjid Raya Baiturrahman yang harus kita galakkan kembali. Jadi harus ada daya tarik bagi wisatawan untuk ke kota kita. Hasil akhirnya adalah menggerakkan perekonomian rakyat,” katanya.

Tak ketinggalan, ia juga menyampaikan keluhan warga terkait fasilitas umum yang ada di Pelabuhan Ulee Lheue. “Tadi banyak warga yang mengeluh soal toilet yang jorok. Dinas terkait harus segera turun tangan. Begitu pula kebersihan area rekreasi di kawasan Ulee Lheua. Jika perlu nanti akan kita jadwalkan untuk membersihkan kawasan Ulee Lheue secara bersama-sama,” pungkasnya.

Penulis:Jun
Editor:AK Jailani
Fotografer:Jun
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...