Kementerian PUPR

Genjot Pengembangan Labuan Bajo Menjadi The Next Bali

FOTO | okezone.com.
A A A

JAKARTA - Sejak pemerintah menetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu dari 10 destinasi unggulan pariwisata nasional pada Juni 2017, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur tersebut terus berbenah.

Kota kecil di ujung barat Pulau Flores berpenduduk sekitar 220.430 jiwa (SP-2010) itu, terus dipoles dan didandani untuk menarik minat wisatawan mancanegara dan domestik.

Sebagai gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur pantas dijadikan sebagai salah satu dari 10 destinasi unggulan pariwisata nasional, bersama Danau Toba di Sumatera Utara, Pantai Tanjung Kelayang di Bangka Belitung dan Pantai Tanjung Lesung di Banten karena keindahan alamnya yang khas.

Saat ini, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu percepatan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasonal (KSPN) Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPIW Kementerian PUPR, Hadi Sucahyono mengatakan, kawasan wisata yang berada di wilayah Indonesia Timur tersebut merupakan bagian KSPN prioritas untuk dikembangkan menjadi “Bali Baru”. Pengembangan terhadap Labuan Bajo tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke KSPN tersebut.

"KSPN Labuan Bajo pada tahun 2019 telah ditargetkan mendapat kunjungan 500 ribu wisatawan mancanegara, kendati pada tahun 2016 Labuan Bajo baru dikunjungi 26 ribu wisatawan mancanegara," ungkap Hadi saat ditemui di Kantor BPIW Kementerian PUPR, beberapa waktu lalu.

Artinya, peningkatan prasarana dan pelayanan dasar di Labuan Bajo menjadi hal penting untuk dikembangkan. "Baik di kawasan menuju destinasi wisata maupun di kawasan dalam destinasi wisata Labuan Bajo itu sendiri," lanjutnya.

Untuk mewujudkan Labuan Bajo menjadi destinasi wisata yang digandrungi banyak wisatawan mancanegara, Hadi memastikan, Kementerian PUPR terus melakukan penanganan infrastruktur, seperti pengembangan konektivitas, pengembangan infrastruktur permukiman, pengelolaan sumber daya air serta penyediaan perumahan.

Ia menambahkan, untuk tahun 2018-2019 untuk pengembangan konektivitas ada sejumlah program, yakni pembangunan Jalan Akses Bandara Komodo Labuan Bajo, rehabilitasi minor Jalan Labuhan Bajo-Malwatar. “Selain itu ada juga program rehabilitasi minor Jalan Waemata, rehabilitasi minor Jalan Van Bekkum, rehabilitasi minor Jalan Yohanis Sahadun dan program lainnya,” terangnya.

Adapun untuk pengembangan infrastruktur permukiman, lanjut Hadi, ada program pengembangan permukiman perdesaan kawasan Labuan Bajo, pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah Kota Labuan Bajo.

Program lainnya adalah pembangunan permukiman perdesaan prioritas nasional, pembangunan kawasan pariwisata Labuan Bajo, penataan bangunan Puncak Waringin, pembangunan jaringan perpipaan Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) Waemese untuk Labuan Bajo dan lain sebagainya

“Tak hanya itu, ada juga rehabilitasi DI (Daerah Irigasi,-red) Lembor, rehabilitasi DI Nggorang, pembangunan pengaman pantai Labuan Bajo serta program lainnya,” pungkasnya.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...