Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

Walikota Banda Aceh:

Generasi Zaman Now Tak Boleh Kalah Bersaing

FOTO | ISTIMEWAH. Aminullah Usman, SE, Ak, MM
A A A

Agar sukses, kuncinya jangan takut gagal. Karena dari setiap kegagalanlah mareka akan dapat pelajaran yang sangat berharga

H. Aminullah Usman, SE, Ak, MM Walikota Banda Aceh

BANDA ACEH - Walikota Banda Aceh H.Aminullah Usman meminta generasi Zaman Now di kota pelajar ini (Banda Aceh) tak boleh kalah bersaing dengan anak muda dari daerah lain, termasuk daerah di pulau jawa.

Ketika ditanya apa yang semestinya dikerjakan di saat anak muda semacam kehilanga jati diri, Aminullah mengatakan, anak muda tidak cukup berbekal pendidikan tinggi saja, anak muda millenial harus membekali dirinya dengan pengalaman dan akhlak.

Mantan dirut Bank Aceh ini mengingatkan anak muda Zaman Now yang jumlahnya cukup besar harus identik dengan kreatifitas dan inovasi.

"Dengan usia dengan direntang waktu antara 18-35 tahun sangat produktif dan saya yakin generasi millenial di kota kita punya banyak waktu untuk mengasah kemampuan mareka," ungkapnya.

Tugas Pemko kata Walikota memotivasi dan menyemangati mareka agat berhasil, tidak hanya menjadi pegawai negeri tapi diharapkan sukses di sektor-sektor swasta.

"Agar sukses, kuncinya jangan takut gagal. Karena dari setiap kegagalanlah mareka akan dapat pelajaran yang sangat berharga," kata Aminullah, Rabu (21/8/2019).

Walikota yang punya hobby olahraga terutama bola sepak ini mengharapkan, generasi millenial kota Banda Aceh yang akrab dengan teknologi informasi, juga harus bisa terbuka dalam membangun kehidupan sosial.

Menanggapi soal sikap toleran warga Banda Aceh, Aminullah mengatakan bahwa hidup di Aceh dalam bingkai syariat islam, ia diharapkan agar warga kota terutama generasi muda harus memiliki sifat toleran, dan menghargai perbedaan seperti yang telah ditunjukkan oleh pemuda Aceh selama ini.

"Yang penting mau memperluas wawasan dengan banyak membaca, dan mampu menggunakan internet serta media sosial secara bijaksana," ujarnya.

Untuk mencapai agar kota Banda Aceh bisa cepat berkembang lebih maju, maka generasi muda harus memberikan suntikan ide dan gagasan segar kepada pemko Banda Aceh.

Misalnya, bagaimana mendayagunakan media sosial sebagai media penyalur aspirasi warga yang efektif. Selain membuat kegiatan-kegiatan sosial, mengembangkan kegiatan minat dan bakat dikalangan anak-anak muda.

Supaya memiliki kemandirian menghadapi masa depan yang semakin kompetitif, maka millenial Banda Aceh kata Aminullah, harus membangun jiwa entrepreneurship.

"Entrepreneurship tidak hanya dibutuhkan dibidang ekonomi, tetapi juga di bidang politik, pemerintahan, dan sosial budaya," katanya.

Komentar

Loading...