Anggota KPK

Geledah Ruang Kerja Bupati Bengkulu Selatan

FOTO | ANTARABupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud digiring petugas menuju mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (16/5). KPK resmi menahan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud dan Istri Hendrati serta Nursilawati dan Juhari dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait pengadaan pekerjaan insfrastruktur di Kabupaten Bengkulu Selatan tahun anggaran 2018 dengan barang bukti uang tunai sebesar Rp85 juta, bukti transfer Rp15 juta dan dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP).
A A A

BENGKULU - Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat (18/5), melakukan penggeledahan ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan, untuk mendapatkan data tambahan terkait kasus OTT Bupati Dirwan Mahmud dan istri dugaan menerima suap fee proyek dari kontraktor.

Selain itu, anggota KPK juga melakukan penggeledahan ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Bengkulu Selatan dan rumah pribadi bupati Dirwan di Jalan Gerak Alam, Padang Pematang, Kota Manna, Bengkulu Selatan.

Dalam penggeledahan di tiga tempat itu, anggota KPK dikawal ketat oleh polisi yang menyandang senjata laras panjang, sehingga siapa pun tidak bisa melihat dari dekat penggeledahan tersebut.

Demikian pula wartawan tidak diperkenankan mendekati lokasi yang digeledah KPK tersebut. Diduga ada sejumlah dokumen penting yang diamankan KPK dari tiga lokasi yang dilakukan penggeledahan tersebut.

Namun, tidak diketahui persis dokumen apa yang diamankan anggota KPK dari tiga lokasi penggeledahan tersebut. Diduga dokumen yang diamankan itu, terkait dengan kasus OTT Bupati Bengkulu Selatan nonaktif, Dirman Mahmud dan istri diduga menerima suap fee proyek.

Plt Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi yang ditanya wartawan, Jumat membenarkan, anggota KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan, ruang kerja Kadis PUPR dan rumah pribadi Dirwan Mahmud.

"Ada sejumlah anggota KPK pada Jumat sore melakukan penggeledahan di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan, ruang kerja Kadis PUPR dan rumah pribadi Dirman Mahmud di Jalan Gerak Dalam, Kota Manna, Bengkulu Selatan," ujarnya.

Namun, Mulyadi mengaku dirinya tidak tahu secara persis dokumen apa yang diamankan petugas KPK dari tiga lokasi penggeledahan tersebut. "Yang pasti, anggota KPK Jumat sore melakukan penggeledahan di ruang kerja bupati, ruang kerja Kadis PUR dan rumah dinas bupati Dirwan Mahmud," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Dinas PUPR Bengkulu Selatan, Nuzmanto. Ia mengatakan, ada sejumlah anggota KPK datang ke Kantor Dinas PUPR pada Jumat sore dan langsung menggeledah ruang kerja Kepala Dinas PUPR setempat.

Penggeledahan di kantor PUPR Bengkulu Selatan berlangsung ketat dan tertutup, sehingga tidak satu orang lain yang bisa mendekati lokasi penggeledahan, termasuk wartawan.

Namun, Nuzmanto tidak menjelaskan dokumen apa yang diambil anggota KPK dari Dinas PUPR tersebut. "Yang jelas, anggota KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja Kepala Dinas PUPR Bengkulu Selatan, tapi tidak tahu persis dokumen apa yang mereka ambil," ujarnya.

Penggeledahan yang dilakukan anggota KPK di ruang kerja Kepala Dinas PUPR Bengkulu Selatan, diduga terkait dengan kasus OTT Bupati Dirwan Mahmud dan istrinya pada Selasa (16/5) malam lalu.

Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...