Museum KAA

Gelar Jelajah Malam Bagi Pengunjung

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

BANDUNG - Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) menggelar kegiatan jelajah malam bagi pengunjung, pada Jumat, sebagai rangkaian acara peringatan 63 tahun pertemuan bangsa-bangsa di dua benua tersebut.

"Tema jelajah malam museum KAA kali ini mengusung tema Beyond the Bandung Spirit. Jadi pengunjung diajak meraih pesan perdamaian KAA di masa silam untuk selanjutnya mewujudkan kerja sama dan persahabatan antar warga Asia Afrika," ujar Kepala Museum KAA, Meinarti Fauzie di Bandung.

Untuk bisa menikmati suasana museum malam hari, tidak semua masyarakat umum yang bisa masuk. Pihak museum membatasi pengunjung hingga 300 orang yang disaring melalui pendaftaran secara online dari Selasa (10/4) hingga Kamis (19/4).

Mereka dibimbing oleh puluhan edukator dan diperkenalkan mengenai sejarah tercetusnya konferensi hingga tonggak awal merdekanya bangsa-bangsa di Asia Afrika setelah pertemuan di Bandung pada tahun 1955.

"Mereka juga mengajak pengunjung membaca Dasasila Bandung di ruang utama supaya bisa merasakan lembali nilai-nilai kesetaraan, kerja sama, toleransi, dan hidup berdampingan," katanya.

Menurut dia, jelajah malam museum KAA ini bukan yang pertama kalinya. Pada tahun 2017, Museum KAA telah menggelar sebanyak empat kali pada hari besar nasional. Namun untuk tahun 2018, acara kali ini merupakan yang pertama kali dalam rangkaian memperingati KAA.

Kata dia, yang membedakan dari penyelenggaraan tahun lalu, yakni pengunjung diajak ke balkon ruang utama Gedung Merdeka. Pada hari-hari biasa balkon ini tidak boleh digunakan kecuali untuk acara besar.

"Titik ini menjadi salah satu tempat terbaik untuk merasakan kemegahan arsitektur Gedung Merdeka. Di titik ini pula terdapat ruang perdana menteri sponsor KAA yang digunakan 63 tahun silam," katanya.

Melalui acara jelajah malam Museum KAA, pihak pengelola berharap agar pengunjung mendapatkan pengalaman lebih dan sensasi baru berwisata malam hari sambil belajar sejarah KAA.

Salah satu pengunjung, Anarima Safitri (20) mengaku baru pertama kali merasakan sensasi datang ke museum tersebut pada malam hari. Menurut dia, terdapat perbedaan kesan ketika mengunjungi Museum KAA pada siang dan malam hari.

"Rasanya ada aura-aura yang ga bisa digambarkan kalau malam hari. Seolah olah, konferensi KAA puluhan tahun lalu, sedang berlangsung," kata dia.

Ia berharap, jelajah malam museum ini tidak hanya digelar saat perayaan memperingati KAA saja, namun dapat rutin digelar setiap sebulan sekali. "Inginnya minimal sebulan sekali, karena ga pernah bosen ke sini. Terus banyak informasi yang bener-bener kita perlu ketahui mengenai sejarah KAA," kata dia.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...