Gedung Putih Tuding Putin Intervensi Pemilihan Presiden AS

FOTO | IstimewaPresiden Rusia | Vladimir Putin
A A A

WASHINGTON DC  —  Gedung Putih secara "resmi" menuding Presiden Rusia Vladimir Putin terlibat langsung serangan siber untuk memengaruhi pilpres AS.

Dengan menuding Putin secara terbuka membuat Gedung Putih semakin berada di bawah tekanan untuk merespon tegas intervensi Rusia itu.

Malam ini, Presiden AS Barack Obama direncanakan menggelar jumpa pers sebelum berlibur ke Hawaii.

Kemungkinan besar, Obama akan membahas masalah isu peretasan pemilihan presiden ini.

"Saya tak yakin semua yang melibatkan pemerintah Rusia tak diketahui Vladimir Putin," kata Ben Rhodes, salah seorang penasihat Obama.

"Semua yang kami tahu tentang bagaimana Rusia bekerja dan bagaimanan Putin mengendalikan pemerintahannya akan memperkuat dugaan ini," tambah Rhodes.

"Sekali lagi, saat Anda berbicara soal intrusi siber yang signifikan seperti ini maka kita berbicara terkait level pemerintahan tertinggi," tambah Rhodes kepada stasiun televisi MSNBC.

"Dan pastinya, Vladimir Putin secara resmi bertanggung jawab atas tindakan pemerintah Rusia," Rhodes menegaskan.

Komentar Rhhodes ini diperkuat juru bicara Gedung Putih Josh Earnest, yang mengatakan, keputusan intelijen AS pada Oktober lalu yang menuding seorang pejabat tinggi Rusia terlibat dalam peretasan ini sudah benar.

Selain menimbulkan masalah baru dengan Rusia, tudingan Gedung Putih ini juga memicu gesekan dengan presiden terpilih Donald Trump.

"Jika Rusia, atau entitas lain, meretas (pilpres), lalu mengapa Gedung Putih menunggu begitu lama untuk bertindak? Mengapa mereka mengeluh setelah kekalahan Hillary?" ujar Trump lewat akun Twitter-nya.

Tudingan terhadap Rusia ini langsung dibantah Kremlin yang menyebutnya sebagai tuduhan tak berdasar dan tak masuk akal.

"Sebuah omong kosong tak masuk akal ini tak memiliki dasar apapun," kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov.

Sumber:kompas.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...