Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh memanggil enam orang yang diduga terlibat korupsi proyek pembangunan jaringan air bersih di Pulo Breuh tahun 2017. Proyek tersebut berada di bawah Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Nama yang dipanggil secara terpisah itu ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal, masing- masing Yudi Saputra ST, PPK tahun 2018.

Kegiatan Tidak Bermanfaat

Gebrak Masker: Meuhai Taloe Ngon Lemoe

peHTemNurzahri, ST
A A A

BANDA ACEH - Pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh, secara resmi telah melepaskan rombongan ASN yang akan mengampanyekan Gerakan Masker Aceh (GEMA) ke seluruh kabupaten dan kota se Aceh, pada Selasa (1/9/2020) kemarin.

Seremonial pelepasan dilakukan di Halaman Utama Kantor Gubernur Aceh.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengatakan angka kasus COVID-19 di Aceh sudah masuk kategori memperihatinkan. Tingkat penularan meningkat tajam.

Berbagai upaya seperti pengobatan atas pasien dan pencegahan telah dilakukan. Namun upaya-upaya itu dinilai belum maksimal. Karena itu, pemerintah kemudian menggerakkan GEMA, bagian gerakan Gebrak Masker yang dilakukan di seluruh Indonesia.

“Kita melibatkan semua stakeholder. GEMA ini menyasar seluruh masyarakat sampai ke tingkat rumah tangga,” kata Nova.

Ketua DPD Demokrat Aceh ini menyatakan total ada 19.735 partisipan yang di antaranya Aparatur Sipil Negara dan masyarakat sipil lainnya yang ikut dalam GEMA ke seluruh Aceh. Mereka akan serentak mengampanyekan gerakan pakai masker pada Jumat 4 September.

Forkopimda Aceh dipimpin Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, M.T melepas Tim Gebrak Masker Aceh (GEMA) ke 23 Kab/Kota Se-Aceh, di Lobi Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa, (1/9/2020).

Relawan yang akan berpartisipasi dalam gerakan ini akan menggaungkan GEMA di 3.883 masjid dan di 6.497 desa. Pesan utama yang akan dibawa secara serentak adalah “Ingat Covid – Ingat Masker!”

“Pesan GEMA akan disampaikan melalui khutbah Jumat dan media informasi baliho, spanduk dan poster,” kata Nova.

Lantas apa yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh dengan menurunkan para ASN ke seluruh Aceh dalam program gebrak masker merupakan sebuah kebijakan yang strategis?

Ya, tentu memiliki pandangan yang berbeda dari berbagai pihak, misalnya Nurzahri ST.

Pengamat politik Aceh ini menyatakan gebrak masker merupakan sebuah kebijakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat Aceh, bila dilakukan semacam itu.

Seharusnya, masker hibah dari Presiden bisa dilakukan dengan mengirim ke Kabupaten dan Kota di Aceh. Lalu kemudian dibagikan oleh tim gugus tugas masing-masing daerah.

"Gebrak masker ini jelas-jelas kegiatan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat hanya untuk membagikan masker hibah presiden menghabiskan anggaran sekitar hampir Rp4 hingga Rp7 Millar," cetus Nurzahri yang dikutip dari wawancara peHTem, Kamis (4/9/2020).

Lalu, Mantan Ketua Komisi II DPRA ini mengistilahkan dengan dengan ucapan bahasa Aceh.

"Lebeh meuhai taloe ngon lemoe (Lebih mahal harga tali dari harga sapi-red)," pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...