Innalilahi wainnailaihi rojiun, Dimas Muhammad Andrean balita yang berusia 2 tahun ditemukan meninggal tenggelam dalam kolam di depan Cafe Pondok Indah, Kampung Karang Rejo Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Selasa (19/1/2021). Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Jufrizal SH menyebutkan, Dimas Muhammad Andrean pertama sekali ditemukan di dalam kolam oleh Kamarudin karyawan cafe Pondok Indah tersebut.

Ombudsman RI;

Gawat,16 Tahun Tsunami Masih Ada Korban Belum Dapatkan Rumah

ISTIMEWAKorban Tsunami mengadu ke Ombusdman RI Perwakilan Aceh
A A A

BANDA ACEH - Genap sudah 16 Tahun gelombang tsunami menerjang Aceh, namun ada hal pilu yang masih dirasakan oleh korban.

Salah seorang korbang tsunami yang masih merasakan pilu yaitu Sri Rahayu atau Ayu (52) warga Kota Banda Aceh yang sampai saat ini belum juga menerima rumah bantuan.

Padahal rumah bantuan tsunami cukup banyak dibangun oleh pihak luar maupun oleh pemerintah sendiri. Mirisnya masih ada korban yang juga terkatung-katung karena belum mendapatkan rumah bantuan tersebut.

Sri Rahayu yang datang secara langsung ke Kantor Ombudsman RI Perwakilan Aceh membuat laporan ke lembaga negara tersebut, karena sudah belasan tahun kejadian tsunami menimpanya dan keluarga, namun belum mendapatkan rumah bantuan sebagaimana korban lainnya.

Yang menjadi alasan Sri Rahayu belum mendapatkan rumah karena tidak memiliki lahan atau tanah untuk tapak rumah.

Cerita ini disampaikan Ayu di Kantor Ombudsman dengan berlinang air mata, mengingat kejadian 16 tahun silam yang menimpa dirinya dan keluarga begitu parah.

Ayu menuturkan, ia tinggal seorang diri, sedangkan suami dan empat anaknya meninggal saat kejadian tersebut.

"Saya baru sadar setelah disiram oleh orang di sebuah pulau, ketika saya bangun dan bertanya ini dimana, masyarakat sekeliling saya bilang ini di Sabang," kata Ayu.

"Saya tidak sadar sudah terdampar dari Banda Aceh ke Sabang, kaki saya patah dan di gigit ikan. Ketika pulang ke Banda Aceh saya melihat rumah tempat tinggal saya sudah rata dengan tanah yang berlokasi di Lampulo" tuturnya lagi.

Sri Rahayu berharap, laporannya dapat segera diproses oleh pihak Ombudsman, dan dia sangat mengidamkan rumah bantuan layaknya korban yang lain.

Kapala Ombudsman RI Perwakilan Aceh terkejut saat mendengar cerita dan menerima pengaduan dari Ibu Sri Wahyuni, bahwa beliau adalah seorang korban tsunami yang belasan tahun tinggal hanya berdua ibunya yang juga korban tsunami, belum mendapat bantuan rumah, sehingga tetap menyewa rumah hingga sekarang.

"Saya kaget mendengar cerita Ibu Sri Rahayu, kebetulan saat itu saya ikut mendengarkan langsung cerita yang disampaikan oleh korban tsunami ini" kata Taqwaddin, Sabtu (26/12/2020).

"Pelapor datang ke kantor kami untuk membuat pengaduan pada Rabu (23/12/2020) lalu" ungkap Kepala Ombudsman Aceh yang juga Ketua Dewan Pakar Forum PRB Aceh tersebut.

Pemerintah Aceh perlu penyediakan tanah

Pelapor sudah berupaya memohon rumah bantuan dari pemerintah. Tetapi terkendala karena yang bersangkutan tidak memiliki tanah.

"Berdasarkan data laporan di Ombudsman RI Aceh, masih ada 6 keluarga korban tsunami yang belum mendapatkan rumah bantuan. Sementara ada ribuan lainnya warga Aceh yang fakir, yang tidak memiliki lahan sendiri sehingga selama ini tidak bisa mendapatkan bantuan rumah dhuafa" ungkap Taqwaddin.

Terkait hal ini, Dr Taqwaddin, Kepala Ombudsman RI Aceh, mendorong Pemerintah Aceh untuk melakukan penyediaan tanah bagi kaum fakir dan sisa korban tsunami.

"Program ini saya kira penting mengingat masih adanya para korban tsunami yang juga fakir yang belum dapat rumah bantuan," pungkas Taqwaddin.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...