Fasilitas di Malioboro Rusak

FOTO | kompas.comTrotoar di sisi timur Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (14/4/2016) petang
A A A

YOGYAKARTA — Kurang dari sebulan setelah diresmikan, sejumlah fasilitas umum di trotoar sisi timur kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, rusak.

Selain karena persoalan teknis yang berkait dengan kualitas fasilitas umum itu, kerusakan juga terjadi karena perilaku sejumlah pihak yang beraktivitas di Malioboro.

Berdasarkan pantauan Kompas, Kamis (12/1/2017), kerusakan antara lain terjadi pada penanda di jalur khusus untuk warga tunanetra dan tiang pembatas yang berfungsi mencegah kendaraan masuk ke trotoar.

Sedikitnya empat lempeng penanda untuk tunanetra hilang dari jalur yang telah disediakan. Sedikitnya 14 tiang pembatas juga rusak.

Pelaksana penataan tahap pertama kawasan Malioboro, Eri Purnomo, mengakui adanya sejumlah kerusakan. Menurut dia, sejumlah lempeng penanda di jalur khusus untuk tunanetra copot karena masalah teknis, misalnya sekrup kurang kencang.

Lalu, ada sejumlah lempeng penanda yang bentuknya tidak sempurna sehingga mudah copot saat terinjak warga.

”Penanda itu memang hand made (buatan tangan). Penanda itu mudah copot ketika terinjak-injak,” kata Eri. Pihaknya segera mengganti sejumlah penanda yang hilang tersebut.

Menurut Eri, beberapa tiang pembatas di trotoar sisi timur Malioboro juga rusak. Kerusakan antara lain berupa terkelupas atau tergoresnya lapisan aluminium di tiang itu.

”Kerusakan terjadi karena adanya benturan dengan gerobak milik pedagang yang berjualan di Malioboro. Gerobak pedagang dipaksa lewat di antara pembatas, padahal ruang tidak cukup,” ujarnya.

Pengurus Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro, Retnantoro, menyatakan belum mengetahui kerusakan pembatas jalan di trotoar sisi timur Malioboro.

Menurut dia, pedagang biasanya tak membawa gerobak melewati pembatas karena ruang yang tersedia kurang lebar.

Sejumlah kerusakan itu terjadi kurang dari sebulan sesudah hasil penataan trotoar sisi timur Malioboro diresmikan. Peresmian penataan trotoar dilakukan pada 22 Desember 2016 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X.

Penataan itu antara lain berupa penggantian lantai trotoar serta pemasangan sejumlah fasilitas, misalnya kursi, lampu jalan, tempat sampah, dan pembatas jalan.

Sumber:kompas.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...