Miliarder,

Faisal ‘Si Mafia Narkoba’ Bebas Bersyarat Bulan Ini

FOTO | ISTIMEWALP Banda Aceh
A A A
Kenapa dapat asimiliasi? Faisal perkaranya TPPU bukan pidana narkoba,

BANDA ACEH - Gembong narkoba Faisal yang divonis 10 tahun penjara akan bebas bersyarat pada 28 Januari mendatang. Ia sedang menjalani proses asimilasi. Lalu, kok bisa gembong narkotika bermobil Porsche itu dapat asimilasi?

"Kenapa dapat asimiliasi? Faisal perkaranya TPPU bukan pidana narkoba," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh Yuspahruddin kepada wartawan, Senin (8/1/2017).

Faisal baru menjalani hukuman selama lima tahun penjara. Ia ditangkap pada 2013 lalu oleh petugas BNN Pusat. Setelah menjalani persidangan, gembong narkoba asal Aceh ini divonis hukuman 10 tahun penjara. Usai vonis, Faisal mendekam di Lapas Cipinang.

Namun setahun kemudian yaitu pada 2014 Faisal dipindahkan ke Lapas Banda Aceh. Sejak saat itu, Faisal menghabiskan masa tahanan di LP yang terletak di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Aceh.

Menurut Yuspahruddin, sebelum memberikan pembebasan bersyarat untuk Faisal, pihaknya sudah bertanya ke Kejaksaan Jakarta Pusat terkait keterlibatan dalam kasus tersebut. Hal itu untuk memastikan Faisal pelaku utama atau bukan.

"Yang tahu pelaku utama atau bukan itu jaksa, karena Faisal TPPU dan sudah ditanyakan ke Kejaksaan. Aturan kita bahwa setelah ditanyakan ke jaksa dan tidak ada jawaban selama 12 hari maka hak-hak bersangkutan terhadap remisi dan PB dapat diberikan. Dia dianggap bukan pelaku utama karena kejaksaan tidak menjawab," jelas Yuspahruddin.

"Dalam perjanjian asimilasi dia ditempatkan di pesantren dan ada yang kawal. Dia keluar LP pagi dan sore balik lagi ke LP. Kasus Faisal terjadi di Jakarta bukan di Aceh," ungkapnya.

Saat terjadi kerusuhan LP Banda Aceh, Faisal tidak berada di dalam LP. Sehari usai terjadi kerusuhan, Faisal sempat diamankan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh. Ia menjalani pemeriksaan terkait dirinya tidak berada di dalam penjara.

"Faisal ini sudah mendapatkan SK asilimasi kemudian 28 Januari nanti akan bebas bersyarat," jelas Yuspahruddin.

Sebagaimana diketahui, Faisal ditangkap BNN di Plasa Indonesia saat sedang beli kaos seharga Rp 8 juta pada Februari 2013 lalu. Dari penangkapan ini, terungkap Faisal mengendalikan bisnisnya dari perdagangan narkoba. Asetnya bernilai puluhan miliar rupiah.

Penyidikan pun berkembang dan mendapatkan aset lainnya yang diakui Faisal didapatnya dari hasil penjualan narkotika, SPBU, ruko dan tanah. Tak hanya itu, ia juga membeli Porsche, BMW, dan Honda City dengan meminjam KTP orang lain. Atas dasar itu, Faisal dihukum 10 tahun penjara pada September 2013. Vonis PN Jakpus itu dikuatkan di tingkat Peninjauan Kembali (PK).

Yang tahu pelaku utama atau bukan itu jaksa, karena Faisal TPPU dan sudah ditanyakan ke Kejaksaan. Aturan kita bahwa setelah ditanyakan ke jaksa dan tidak ada jawaban selama 12 hari maka hak-hak bersangkutan terhadap remisi dan PB dapat diberikan. Dia dianggap bukan pelaku utama karena kejaksaan tidak menjawab,
Kode:47
Sumber:detik.com
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...