Ada Sel Mewah di LP Cipinang,

Fadli Zon Minta Menkumham Dievaluasi

FOTO | Fadli ZonFadli Zon
A A A

Saya kan termasuk yang berpendapat harusnya kementerian institusi bebas parpol, serahkan ke orang yang ahli. Harusnya yang punya kemampuan keahlian di situ. Biar presiden yang mengevaluasi. Kalau kecolongan sekali, kalau berkali-kali ya berarti memang tidak mampu,

Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc Wakil Ketua DPR RI

JAKARTA - Tersangka pencucian uang Rp 39 miliar yang ditangkap BNN, Harianto Chandra (HC), diketahui menghuni sel mewah di Lapas Klas IA Cipinang. Fadli Zon menyebut temuan tersebut harus dievaluasi oleh pihak yang bertanggung jawab.

"Kalau misalnya ada yang seperti itu berarti kan ada kerja sama kalau misal itu dianggap mewah. Kalau dianggap berlebihan, mestinya ada evaluasi terhadap siapa yang mempunyai tanggung jawab di sana," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Fadli sering menyuarakan sel-sel di penjara harus manusiawi. Namun, dia juga menyayangkan jika fasilitas sel berlebihan.

"Walaupun saya yang mendukung sel di penjara harus manusiawi, kalau dikatakan mewah fasilitasnya berlebihan perlu ada semacam evaluasi," tegasnya.

Selain itu, jika memang perlu dilakukan evaluasi kepada pihak terkait, dalam hal ini Menkumham Yasonna Laoly, dia menyerahkan sepenuhnya ke Presiden. Banyaknya sel mewah merupakan bukti ada semacam kebobolan di Kememkumham.

"Saya kan termasuk yang berpendapat harusnya kementerian institusi bebas parpol, serahkan ke orang yang ahli. Harusnya yang punya kemampuan keahlian di situ. Biar presiden yang mengevaluasi. Kalau kecolongan sekali, kalau berkali-kali ya berarti memang tidak mampu," tegasnya.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso menjelaskan, di selnya, HC dapat memantau kedatangan petugas melalui CCTV. Sel HC digeledah pada 31 Mei 2017 dengan barang bukti lebih dari Rp 27 miliar.

"Pada tanggal 31 Mei, tim penyidik TPPU melakukan penggeledahan di Lapas Cipinang yang dihuni oleh terpidana Harianto Chandra (HC). Di situ kita temukan satu buah laptop, satu unit iPad, 4 unit handphone, dan 1 unit token," tutur Buwas.

Harianto menghuni lapas Cipinang atas vonis 14 tahun penjara di kasus narkoba. Harianto ditangkap bersama tiga orang lainnya, yakni A, CJ, dan CSN. Keempatnya kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penangkapan keempatnya terjadi di dua lokasi. Lokasi pertama di lapas di Surabaya dan kedua di Lapas Cipinang, Jakarta. BNN menyita Rp 39 miliar di dua lokasi dengan masing-masing Rp 9,6 miliar di Surabaya, dan Rp 29,97 miliar di Jakarta.

Daftar barang yang disita BNN selengkapnya yaitu:

Di Surabaya:
1. Uang dalam rekening LLT
2. Uang dalam rekening A
3. 1 unit rumah
4. 1 unit mobil minibus tahun 2017

Di Jakarta:
1. 2 buah rumah
2. 3 unit apartemen
3. 2 unit ruko
4. Uang dalam rekening
5. Uang tunai

Kode:47
Sumber:news.detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...