Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Facebook Dituding Mata-matai Pengguna Instagram

Getty ImagesFacebook Dituding Mata-matai Pengguna Instagram
A A A

JAKARTA - Facebook digugat karena dituding memata-matai pengguna Instagram lewat kamera iPhone mereka. Gugatan ini sepertinya terkait dengan bug Instagram yang ditemukan pada Juli lalu.

Gugatan tersebut dilayangkan oleh pengguna Instagram asal New Jersey, AS bernama Brittany Conditi. Ia mengklaim bahwa kemampuan Facebook untuk mengakses kamera pengguna memungkinkan mereka untuk mengumpulkan data pengguna yang bernilai.

"Instagram terus-terusan mengakses fitur kamera ponsel pengguna ketika aplikasi dibuka dan memonitor pengguna tanpa izin," tulis gugatan yang didaftarkan Conditi seperti dikutip detikINET dari Cnet, Minggu (20/9/2020).

"Facebook telah memonitor momen paling intim pengguna, termasuk momen privasi di rumah mereka sendiri, selain mengumpulkan wawasan berharga dan riset pasar tentang penggunanya," sambungnya.

Gugatan ini mengikuti laporan pengguna Instagram pada bulan Juli lalu yang melihat indikator berwarna hijau di iPhone mereka yang menandakan kamera sedang aktif. Tapi indikator ini muncul saat pengguna hanya melihat-lihat feed Instagram, bukan mengambil foto atau video.

Perilaku ini ditangkap oleh notifikasi iOS 14 yang semakin agresif dalam melindungi privasi pengguna. Fitur baru di sistem operasi ini akan memberi peringatan kepada pengguna tentang perilaku aplikasi, misalnya menyalin isi clipboard.

Facebook membantah bahwa mereka dengan sengaja memonitor pengguna lewat kamera. Saat itu mereka mengatakan hal ini disebabkan oleh bug yang sedang diperbaiki.

Gugatan ini mengikuti tudingan bahwa Facebook memegang lebih dari 100 juta data biometrik pengguna Instagram secara ilegal. Perusahaan media sosial tersebut menawarkan untuk membayar USD 650 juta pada bulan Juli untuk menyelesaikan gugatan tersebut.

Sumber:DETIK.COM
Rubrik:TEKNO

Komentar

Loading...