Diusir Sebelum Habis Kontrak,

Eri Gugat Apartemen Rp10,9 Miliar

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi Palu Hakim
A A A

JAKARTA — Seorang ibu rumah tangga, Eri Maerani, merasa kecewa karena diusir dari kios laundry miliknya di basement sebuah apartemen di Kemayoran. Ia diusir oleh pengurus apartemen sebelum waktu kontrak habis.

Kasus bermula saat Eri ingin memperpanjang kontrak sewa kios miliknya dengan pengurus rumah susun pada 10 Desember 2014 untuk periode 3 tahun dari 5 Januari 2015 sampai 5 Januari 2018. Namun, karena pergantian kepengurusan, oleh pengurus yang baru, ia diminta mengosongkan kiosnya sebelum kontrak itu selesai.

"Jadi Ibu Eri ini sudah membayar uang sewa kios laundry-nya sampai 3 tahun ke depan. Tapi, karena pergantian kepengurusan, pengurus yang baru ini minta Bu Eri mengosongkan kiosnya pada 5 Januari 2015," kata kuasa hukum Ibu Eri, Jonar Y Suratmo, saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Merasa diingkari janji, Eri pun melayangkan gugatan wanprestasi kepada pengurus apartemen. Karena ia dipaksa mengosongkan tempat usaha sebelum waktunya.

"Kita ajukan gugatan perdata wanprestasi karena Ibu Eri dipaksa keluar sebelum batas waktu kontraknya. Malah, saat mediasi, kiosnya sudah keburu disegel," tambah Jonar.

Atas kejadian tersebut Ibu Eri mengalami kerugian materi ratusan juta rupiah serta kehilangan tempat usahanya karena disegel oleh pihak pengurus apartemen yang baru.

"Kerugian materiil sebesar Rp 948 juta dan imateriil sebesar Rp10 miliar," ujar Jonar membacakan tuntutannya.

Sumber:detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...