Terbukti Bercumbu,

Empat Pasangan Non Muhrim Dicambuk Algojo

FOTO | ISTIMEWA..
A A A

Pelaksanaan uqubat cambuk hari ini adalah rangkaian dalam penegakan hukum syariat itu sendiri yang mana pelanggar hukum yang terpidana lakukan yakni jarimah ikhtilat itu empat pasang dan liwat satu pasang,

Yusnardi Kasat Pol PP dan Polisi Syariat Islam (WH)

BANDA ACEH - Empat pasangan non muhrim dihukum cambuk di halaman Masjid Syuhada, Gampong (Desa) Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Mereka terbukti telah melakukan jarimah ikhtilat (bermesraan) di tempat sepi.

Eksekusi terhadap delapan terpidana tersebut berbarengan dengan hukuman cambuk terhadap dua orang gay yang ditangkap warga dua bulan lalu.

Empat pasangan yang tersandung kasus ikhtilat yakni SI dan WA dihukum 22 kali cambuk, MU dan VE menerima 27 kali sabetan, HE bersama AG dicambuk 26 kali serta MK dan FE dikenai 29 kali pukulan rotan.

Kasat Pol PP dan Polisi Syariat Islam (WH), Yusnardi mengungkapkan delapan terpidana umumnya ditangkap oleh warga. Dari empat pasang yang menjalani hukuman, hanya sepasang yang ditangkap oleh polisi syariat. Selebihnya diserahkan oleh warga.

"Pelaksanaan uqubat cambuk hari ini adalah rangkaian dalam penegakan hukum syariat itu sendiri yang mana pelanggar hukum yang terpidana lakukan yakni jarimah ikhtilat itu empat pasang dan liwat satu pasang," kata Yusnardi kepada wartawan usai uqubat cambuk, Selasa (23/5/2017).

Menurut Qanun Tentang Hukum Jinayat, Ikhtilat merupakan perbuatan bermesraan seperti bercumbu, bersentuhan, berpelukan dan berciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri dengan kerelaan kedua belah pihak pada tempat tertutup ataupun terbuka.

Para terpidana, kata Yusnardi sebelumnya telah melakukan prosesi sidang dan putusan vonis dari hakim selama dua hingga tiga bulan lalu. Sehingga setiap vonis dihukum dikurangi masa tahanan masing-masing satu kali untuk setiap bulan.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...