Sembilan warga Aceh Selatan dilaporkan positif COVID-19 setelah dilakukan uji swab yang dikirim dari Balitbangkes Aceh ke Jakarta. Direktur RSDYA dr Erizaldi MKes SpOg menyampaikan sembilan warga Aceh Selatan yang positif terdiri S (46), l (45),N (46), G (12), A (35), D (25), T (42), M (5), R (24) "Swab secara mandiri yang dilakukan RSUDYA lalu simpelnya dikirim litbankes Aceh, berhubung alat itu sekali pakai sudah habis lalu dikirim ke jakarta hasilnya positif covid 19, ”kata Direktur dr Erizaldi, Minggu (9/8/2020).

Eksotisnya Ekowisata Alue Keujrun Kluet Tengah

MUHAMMAD ILHAM.
A A A

ACEH SELATAN - Desa Alue Keujrun Kluet Tengah yang merupakan sebuah desa terpencil dan terluar dari Aceh Selatan, tapi gampong ini yang dikenal dengan destinasi ekowisata yang menarik khususnya bagi para pemburu mancing mania.

Hal ini, Alue Kejrun mempunyai berbagai potensi lainnya yang bisa dikembangkan diantaranya, mancing mania, tracking, hiking, camping, arung jeram, kuliner ikan kerling, penelitian dan pengabdian serta konservasi edukasi.

Keuchik Alue Keujrun Agustaria Bangun mengatakan, desa yang dipimpinnya siap dijadikan tujuan ekowisata baru di Kluet Tengah Aceh Selatan.

"Saat ini memang kami sedang berbenah kearah tersebut, adanya balai desa yang bisa dijadikan sebagai rumah singgah dan kami akan membangun berbagai fasilitas pendukung lainnya,"kata Keuchik Agus, Selasa (21/7/2020).

Ia berharap dukungan pemerintah dan berbagai pihak terkait dengan program yang sedang direncanakan, setidaknya membantu untuk mempromosikan potensi desa yang dipimpinnya karena bisa menstimulus ekonomi masyarakat yang sedang lesu.

Dalam kesempakatan itu dosen Politeknik Aceh Selatan Hasbaini SPd MPd merasa takjub setelah melihat potensi desa tersebut dan mengatakan gampong Alue Keujrun sangat cocok dijadikan sebagai destinasi ekowisata atau ekoturisme yang merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

"Disini juga sangat cocok untuk uji adrenalin bagi penggemar olahraga arung jeram, tidak cuma di Alue Keujrun tapi sampai ke Simpali,"jelasnya.

Sebelumnya, Di tahun 1997-1998 gampong ini sempat mengalami masa-masa kejayaannya dengan tanaman Nilam yang sempat tembus Rp1 juta per kilonya.

"Namun minyak atsiri telah mengalami pasang surut harga,"pungkasnya.

Rubrik:Travel

Komentar

Loading...