Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Dyah Erti Idawati perkenalkan Batik Aceh di Jakarta

HUMAS DAN PROTOKOL SETDA ACEHPelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, saat melakukan kunjungan ke Pameran dan Penjualan Batik Aceh, Papua dan Minang di Rumah Yayasan Batik Indonesia, Kemayoran Baru, Jakarta, Rabu (9/9/2020).
A A A

JAKARTA - Pelaksana Tugas Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati, mengharapkan batik Aceh bisa dikenal lebih luas lagi di Indonesia. Hal itu disampaikan Dyah saat mengunjungi Pameran dan Penjualan Batik Aceh, Papua dan Minang di Rumah Yayasan Batik Indonesia, Kemayoran Baru, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Dyah mengatakan, dengan menghadirkan batik Aceh, Minang dan Papua, yang digelar 9-19 September 2020 itu, dalam satu pameran yang bersamaan, diharapkan ada penguatan dari ketiga motif daerah-daerah tersebut.

"Nanti diharapkan juga ada pengenalan perbedaan secara langsung, misalnya di Sumatera, antara Aceh dengan Minang Sumatera Barat. Nah, itu ada tidak kesamaannya atau berbeda sama sekali, karena masing-masing ada keunikannya," kata Isteri Plt Gubernur Aceh itu.

Dengan pameran batik dari tiga daerah ini, Dyah berharap masing-masing daerah bisa mempelajari keunikan dan keindahan batik sehingga bisa menjadi tukar ilmu dalam membuat batik baik dari sisi desain gambar dan keruwetan pembuatannya.

"Ini juga bisa membuka kesempatan bagi pengurus Yayasan Batik Indonesia untuk memberi saran-saran kepada kami di Aceh yaitu Dekranasda maupun pengusaha batik yang ada di Aceh dari segi motif, bahan, warna," kata Dyah.

Dengan demikian katanya, batik Aceh nantinya bisa lebih digemari secara general. Tidak hanya di Aceh, tapi juga masyarakat di Jakarta, serta masyarakat Indonesia secara lebih besar lagi.

Dalam hal ini, Dyah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua maupun pengurus Yayasan Batik Indonesia yang telah memberi kesempatan kepada Aceh dan kepada seluruh daerah lain untuk bisa memperlihatkan kebolehannya.

"Karena bisa membuka kesempatan kami untuk dikritisi supaya bisa lebih baik lagi. Semoga dengan adanya acara ini batik Aceh bisa lebih digemari masyarakat dan lebih dikenal," ujarnya.

Rubrik:PEMDA ACEH

Komentar

Loading...