Wanita Ini Picu Kemarahan

Duduk “Kurang Ajar” di Sofa Gedung Putih

FOTO | Twitter @GeorgeTakeiAksi duduk konselor Gedung Putih Kellyanne Conway di sofa Oval Office dianggap pose 'kurang ajar' dan memicu kemarahan publik Amerika Serikat.
A A A

WASHINGTON - Kellyanne Conway, perempuan yang menjabat sebagai konselor Presiden Amerika Serikat (AS) memicu kemarahan publik dengan aksi duduknya di sofa Oval Office, Gedung Putih. Dia duduk dengan pose berlutut yang dianggap pose “kuarang ajar” ketika para pejabat berkumpul.

Konselor Gedung Putih itu lantas meminta maaf setelah aksinya memicu kemarahan publik AS. Tapi, dia menyalahkan jurnalis atas skandal duduknya itu.

”Saya sangat sibuk hari ini dan tidak mengikuti banyak (perkembangan), tapi saya tahu ada beberapa laporan yang setidaknya menunjukkan apa yang terjadi. Dan apa yang terjadi adalah kami memiliki pertemuan terbesar pria dan wanita di Oval Office untuk berfoto,” kata Conway, 50, dalam program “Lou Dobbs Tonight” di stasiun televisi Fox News, semalam.

”Saya diminta untuk mengambil gambar di ruangan yang penuh dengan pers di belakang kami. Saya diminta untuk mengambil sudut tertentu dan melakukan hal itu. Saya pasti tidak bermaksud tidak hormat, saya tidak bermaksud untuk menaikkan kaki saya di sofa,” ujarnya, yang dikutip Kamis (2/3/2017).

Kendati demikian, Conway menganggap pihak yang mempersoalkan aksinya sebagai bentuk kemunafikan. Sebab, foto saat Presiden Barack Obama menaikkan kaki di meja Oval Office di masa lalu tidak dipersoalkan.

”Hal itu berbisa, itu setan, itu mengganggu anak-anak saya untuk jujur terhadap Anda. Saya memiliki perlindungan dari Secret Service karena ada orang yang ingin membahayakan kami,” katanya mengacu pada dampak menyebarnya foto skandal dudukunya itu.

Menurutnya, fotonya itu menyebar dan jadi pemicu kemarahan publik karena tindakan seorang wartawan yang tidak dia sebutkan namanya.

”Ini berasal dari wartawan yang tidak senang bahwa Donald Trump adalah Presiden,” kata Conway. ”Tapi, saya hanya ingin orang untuk fokus pada pekerjaan besar dari Presiden.”

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...