Satu unit rumah berkontruksi kayu di Desa Lampeuneuen Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar dilalap si jago merah, Selasa (1/12/2020) sekira pukul 12:49 WIB. Peristiwa kebakaran ini diduga akibat kompor yang lupa dimatikan, sehingga rumah yang diketahui milii Mawardi (41) dalam kondisi rusak berat.

Terbukti Kualitas Pendidikan Aceh tidak Rendah

Dua Lagi Siswa Aceh Boyong Medali Perunggu di Event I-FEST 2020

ISTIMEWA Dua siswa Aceh boyong medali prunggu
A A A

BANDA ACEH - Tim pelajar Aceh kembali menorehkan tinta emas bagi negara Indonesia. Peneliti muda asal dataran tinggi gayo berhasil membawa pulang satu dari tiga medali perunggu yang dibawa pulang tim Indonesia di ajang International Festival of Engineering Science and Tachnology (I-FEST) 2020 yang diselenggarakan di Tunisia.

Kedua pelajar Aceh asal SMA Negeri 1 Takengon, yaitu Lolandra dan Gantara Igemuri, memperoleh Medali Perunggu di Bidang Life and Biology.

Mereka ini dibimbing oleh Hellyda Fitri SPd (guru mata pelajaran kimia) serta Kepala SMAN 1 Takengon, Konadi Lingga MPd.

Adapun judul penelitian mereka yaitu "processing coffee beans with natural fermentation (dry proses) to improve the flavor of arabica coffee beans".

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD, MPA kepada media, Selasa (20/10/2020) menyebutkan dengan adanya prestasi di tingkat Internasional, maka membuktikan bahwa pelajar-pelajar Aceh sudah mampu bersaing dengan pelajar lain di dunia.

"Alhamdulillahirabbil alamin. Hari ini kita mendengar anak- anak kita sudah bisa berprestasi di ajang Internasional. Tentu ini suatu kebanggaan untuk pendidikan Aceh khususnya dan negara Indonesia pada umumnya," ujar Rahmat Fitri.

Prestasi yang diraih oleh siswa, kata Kadisdik Aceh itu merupakan hasil kerjasama dan pembelajaran yang baik oleh guru terhadap siswanya.

"Makanya patut kita berikan apresiasi kepada kepala sekolah dan khususnya bagi guru pembimbing," ujarnya.

Motivasi bagi siswa-siswi lain

Apa yang telah diraih di ajang internasional itu menjadi motivasi bagi siswa-siswi lain agar juga tumbuh semangat sehingga berprestasi.

"Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini tidak sampai menjadi penghalang bagi kita untuk berprestasi, apalagi pada event yang diikuti oleh puluhan negara dan ratusan karya project penelitian," kata Haji Nanda begitu sapaan akrab Rahmat Fitri.

Dikatakan, Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini bukanlah halangan untuk tetap bisa berprestasi dan mengukur kemampuan siswa Indonesia di antara anak-anak di belahan dunia lainnya.

"Kami berharap bahwa dengan adanya lomba ini kita bisa tetap memacu prestasi anak-anak Aceh di tingkat nasional bahkan internasional," ungkapnya.

Haji Nanda mengungkapkan bahwa prestasi demi prestasi yang diraih ini membuktikan bahwa mutu dan kualitas pendidikan Aceh semakin meningkat.

Disdik Aceh, katanya terus berusaha melakukan pemerataan mutu dan kualitas pendidikan di seluruh Aceh.

"Dengan adanya pemilihan guru inti, nanti akan mengimbaskan ilmunya kepada rekan sejawatnya yang lain di satuan pendidikan. Sehingga akan tercapai visi dan misi Pemerintah Aceh yakni Program Aceh Carong," jelasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...