Rp600 Juta ke Amien,

Dradjad: Kalau KPK Konfirmasi Tak Begini

FOTO | DETIK.COMUtusan Amien Rais saat datangi KPK.
A A A

Saya bersama teman-teman, ada Hanafi Rais, kemudian Saleh Daulay, Bang Zamhur, dan Ustaz Sambo diutus Pak Amien untuk ke KPK tujuannya menanyakan langsung ke mas Febri (Kabiro Humas KPK Febri Diansyah) atau siapa saja pihak KPK apakah betul bahwa pimpinan KPK memang belum bisa menerima pak Amien datang ke sini. Tujuan utama pak Amien ke sini adalah untuk memberi keterangan terkait dengan disebutnya nama beliau oleh jaksa di persidangan,

Dr. Ir. Dradjad Hari Wibowo, M.Ec Politikus PAN

JAKARTA - Lima utusan Amien Rais bertemu Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Mereka yang diutus Amien Rais antara lain 3 politikus PAN yakni: Dradjad Wibowo, Hanafi Rais dan Saleh Partaonan Daulay.

Rencananya Amien sendiri yang akan datang ke KPK, namun batal lantaran pimpinan lembaga antirasuah itu belum bisa menemui. Sedianya Amien akan memberi konfirmasi langsung.

"Saya bersama teman-teman, ada Hanafi Rais, kemudian Saleh Daulay, Bang Zamhur, dan Ustaz Sambo diutus Pak Amien untuk ke KPK tujuannya menanyakan langsung ke mas Febri (Kabiro Humas KPK Febri Diansyah) atau siapa saja pihak KPK apakah betul bahwa pimpinan KPK memang belum bisa menerima pak Amien datang ke sini. Tujuan utama pak Amien ke sini adalah untuk memberi keterangan terkait dengan disebutnya nama beliau oleh jaksa di persidangan," ujar Drajad Wibowo di gedung KPK, jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (5/6/2017).

Menurut Dradjad konfirmasi langsung dari Amien sangat penting. Karena perkara ini sangat sensitif dan bisa berdampak besar.

"Ketika nama beliau disebut apalagi dibumbu-bumbui itu efeknya besar sekali, efeknya luar biasa, kerusakannya luar biasa besar. Sehingga perlu segera untuk Pak Amien memberikan keterangan tersebut supaya efek kerusakan yang besar ini yang juga bisa menimbulkan konflik bisa kita cegah bersama," kata dia.

Dradjad juga memaparkan bahwa yang menjadi masalah adalah penyebutan nama Amien Rais tanpa pernah dimintai keterangan lebih dulu. Sebab itulah Amien perlu menyampaikan hak jawabnya.

"Nah kalau misalnya waktu itu dicari pasti akan tahu ada fakta A, ada transfer waktu itu ke Pak Amien, yang itu merupakan bentuk bantuan dari Mas Tris (Soetrisno Bachir) ke Pak Amien. Sudah terjadi sejak '80-an jadi sudah 20 tahun lebih. Kalau seandainya waktu itu ada konfirmasi mungkin tidak akan begini," terang Dradjad lagi.

Dradjad kemudian menuntut KPK untuk mengevaluasi kembali prosedur yang dilaksanakan tim jaksa penutut KPK. Jika memang ada kesalahan prosedur maka perlu diperbaiki.

"Saya nggak tahu, saya nggak bisa memberikan judgement, mereka profesional atau tidak. Tapi kami percaya pada KPK. Saya pribadi percaya pada KPK 100%, dan tolong ada evaluasi internal," pungkas Dradjad.

Kode:47
Sumber:news.detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...