DPRK dan Pemko Banda Aceh Setujui 25 Prolegda 2017

dsc_0051
A A A

dsc_0048 dsc_0051 dsc_0073 dsc_0075 dsc_0070 dsc_0069 dsc_0065 dsc_0058 dsc_0054 dsc_0041 dsc_0021 dsc_0019 dsc_0018 dsc_0023 dsc_0024 dsc_0028 dsc_0009 dsc_0005 dsc_0004 dsc_0014 dsc_0035BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh telah menyetujui 25 usulan rancangan qanun yang termuat dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Kota Banda Aceh 2017. Ke-25 Prolegda itu terdiri dari 19 usulan Raqan dari eksekutif dan enam usul inisiatif dewan.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat paripurna DPRK Banda Aceh dengan agenda Pengesahan Prolegda 2017 di ruang sidang utama dewan setempat, Jumat (6/1/2017). Rapat paripurna perdana dewan ini dibuka oleh Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah dan turut dihadiri oleh Plt Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin.

Hadir pula Sekdako Banda Aceh Bahagia bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Banda Aceh serta unsur pimpinan dan para anggota DPRK Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Arif Fadillah menyatakan Prolegda merupakan instrumen perencanaan program pembentukan peraturan daerah yang disusun secara terencana, terpadu dan sistematis. ”Secara operasional, prolegda memuat daftar prioritas rancangan peraturan daerah yang disusun berdasarkan metode dan parameter tertentu, sebagai bagian integral dari sistem peraturan perundang-undangan.”

Menurutnya, rancangan-rancangan qanun yang termuat dalam program Prolegda tersebut, telah terseleksi dan teruji secara mendalam dan komprehensif. ”Sehingga nanti dalam proses pembahasannya berujung pada ditetapkan dan disahkannya rancangan-rancangan qanun tersebut, menjadi Qanun Kota Banda Aceh pada tahun anggaran 2017 ini,” sebutnya lagi.

Usai pembacaan draf keputusan dewan tentang Prolegda 2017 oleh Sekwan Ansarullah, selanjutnya digelar prosesi penandatanganan MoU atau berita acara persetujuan bersama antar Plt wali kota dan pimpinan dewan tentang Prolegda Banda Aceh 2017.

Sementara itu di tempat yang sama, Plt Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pimpinan dan para anggota dewan yang telah menyetujui dan mengesahkan Prolegda Banda Aceh 2017.

Sebagaimana diketahui bersama, sebutnya, berdasarkan pasal 15 ayat (1) Permendagri nomor 80 tahun 2015, penyusunan Prolegdda dilakukan oleh legislatif dan eksekutif. “Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada dewan yang terhormat, khususnya Banleg yang telah membahas bersama tim penyusun usulan Propemperda terhadap 19 usulan rancangan qanun yang kami ajukan beberapa waktu yang lalu.”

Tak ketinggalan, ia juga kami menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada dewan yang telah mengajukan usul inisiatif dalam Prolegda 2017 sebanyak enam rancangan qanun. “Semua usulan tersebut sangat penting dan mendesak untuk dilahirkan menjadi qanun, demi ketertiban penataan ruang kota, ketertiban penyelenggaraan pemerintahan gampong, kebersihan dan kesehatan lingkungan, peningkatan sumber daya manusia di gampong, dan perlindungan terhadap situs dan cagar budaya di Banda Aceh.”

“Kami menaruh harapan yang besar pada dewan agar penyusunan rancangan qanunnya dapat kita selesaikan bersama pada tahun ini, mengingat semua usulan Prolegda tersebut sangat mendesak berdasarkan skala prioritasnya demi kelancaran pelaksanaan pemerintahan dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Berikut 19 usulan rancangan qanun dari Pemko Banda Aceh dalam Prolegda 2017:

1.Retribusi Izin Mendirikan Bangunan
2.Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
3.Pemerintahan Mukim
4.Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Kota Banda Aceh
5.Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh
6.Pengelolaan Barang Milik Daerah
7.Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
8.Bangunan Gedung
9.Pajak Air Tanah
10.Retribusi Izin Trayek
11.SOTK PDAM
12.Pelaksanaan Program Pendidikan Diniyah di Sekolah
13.RPJM Tahun 2017-2022
14.Perusahaan Daerah Pasar
15.Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Perubahan Tahun 2017
16.Pertanggungjawaban Anggaran dan Belanja Kota Tahun 2016
17.Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Tahun 2018
18.Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum dan
19.Kota Ramah Gender.

Berikut enam rancangan qanun usul inisiatif DPRK Banda Aceh dalam Prolegda 2017:
1.Pemerintahan Gampong
2.Pengelolaan Sampah
3.Retribusi Layanan Persampahan/Kebersihan
4.Perubahan Atas Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Banda Aceh Tahun 2009-2029
5.Pelestarian Situs dan Sejarah Serta Cagar Budaya dan
6.Pembangunan Kepemudaan Gampong.

Warga Kota Baru Bulat Dukung Illiza-Farid

Masyarakat gampong Kota Baru Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh siap memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon walikota dan wakil walikota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal-Farid Nyak Umar pada Pilkada 15 Februari 2017 mendatang.

Hal demikian diungkapkan tokoh masyarakat Kota Baru, H. Ghufran Zainal Abidin pada kegiatan silaturrahmi masyarakat Kota Baru dengan pasangan calon Nomor Urut satu itu, Jumat (06/01) sore.

“InsyaAllah di gampong Kota Baru ini suara bulat untuk pasangan Illiza-Farid, karena kami merasakan banyak kemajuan dan perubahan selama Banda Aceh dipimpin oleh Bunda Illiza,”ujarnya.

Selain kegiatan Silaturrahmi, pada kesempatan itu juga digelar aksi donor darah dan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis kerja sama PKS dengan PMI Kota Banda Aceh.

Ghufran yang juga Ketua Komisi VII DPR Aceh yang membidangi Agama itu juga mengakui pelaksanaan syariat Islam di Kota Banda Aceh cukup baik selama kepemimpinan Illiza.

“Inilah makanya kita dukung agar Illiza harus dilanjutkan, dan kami siap memenangkan pasangan ini, apalagi bang Farid adalah Ustadz kesayangan ibu-ibu di gampong ini,”lanjutnya lagi.

Ghufran juga mengajak masyarakat gampong setempat agar ramai-ramai ke TPS pada 15 Februari 2017 nanti, ia berharap tidak ada masyarakat yang Golput, karena satu suara sangat menentukan masa depan kota Banda Aceh.

“Pilkada Banda Aceh lebih kurang 35 hari lagi, dan saya mengajak agar masyarakat jangan Golput, berikan dukungan penuh kepada Illiza-Farid, karena sudah terbukti,”ujarnya lagi.

Sementara itu Farid Nyak Umar dalam orasinya juga memaparkan sejumlah keberhasilan Illiza selama memimpin kota sehingga pasangan itu menggunakan jargon terbukti.

Ia menyebutkan jarang ada daerah di Indonesia yang berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI hingga delapan kali seperti kota Banda Aceh. Belum lagi penghargaan-penghargaan lain yang diraih selama kepemimpinan Illiza.

“Inilah kenapa dalam program kerja kami menggunakan kata peningkatan, misalnya peningkatan pembangunan infrastruktur perkotaan, karena pasangan ini tidak memulai dari nol, memimpin kota ini bukan coba-coba, tapi harus di dasari dengan pengalaman,”ujarnya.

Calon walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal mengakui banyak belajar kepemimpinan pada Alm. Mawardi Nurdin, yang merupakan bapak pembangunan kota Banda Aceh.

“Beliau adalah guru saya, pemimpin saya, maka saya mohon doa dan dukungan masyarakat untuk meneruskan perjuangan membangun kota ini,”lanjutnya.

Fotografer: AK Jailani
Rubrik: Aceh

Komentar

Loading...