Wali Kota Banda Aceh H Aminullah Usman meresmikan News Room acehimage.com, Rabu (8/7/2020). Penandatangan prasasti tersebut berlangsung di Pendopo Wali Kota yang disaksikan oleh CEO acehimage.com AK Jailani, Pemred acehimage.com HT Anwar Ibrahim, Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman serta sejumlah pimpinan media lainnya.

DPR Aceh Desak Plt Gubernur Cairkan Intensif Tenaga Medis

AK JAILANIAnggota Komisi V DPR Aceh, dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG
A A A

BANDA ACEH - Anggota Komisi V DPR Aceh, dr Purnama Setia Budi mengaku menerima banyak laporan dari para tenaga medis dan para medis yang bertugas di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

Salah satunya menyangkut dengan pencairan dana intensif. Dimana sudah tiga bulan berjalan dana tersebut belum kunjung diterima oleh para pekerja medis.

Padahal, politisi PKS ini menyebutkan, Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah pernah mengirimkan surat kepada para tenaga medis di Provinsi Aceh dengan menjanjikan dana intensif kepada para pejuang kesehatan di Tanah Rencong.

"Jadi beberapa bulan yang lalu Pak Plt sudah pernah mengirim surat kepada tenaga medis dan para medis yang ada di Aceh akan diberikannya dana intensit kepada mareka yang bergabung dalam tim yang menangani Covid-19 ini. Tapi sampai saat ini sudah tiga bulan lebih sampai sekarang belum ada sedikitpun yang diberikan kepada mereka," terang pria yang akrab disapa dr Pur.

Bahkan, Anggota DPR Aceh dari Kabupaten Bireuen ini mengaku disetiap melakukan kunjungan kerja ke setiap rumah sakit, para awak medis selalu mempertanyakan hal itu kepada dirinya dan anggota Komisi V lainnya.

Oleh sebab itu, secara tegas dia meminta kepada Pemerintah agar segera mencairkan dana tersebut kepada para pekerja medis.

Hal itu dinilai sangat penting bagi kehidupan mareka yang berjuang digarda terdepan dalam menangani wabah berbaha ini.

"Sudah berapa kali mareka bertanya kepada saya sebagai anggota komisi V, mareka sering bertanya kapan dana ini cair, dan kami hampir tidak bisa menjawab, karena kita legislatif ini hanya menyampaikan,maka tadi pada saat pak Plt datang kita langsung menyampaikan. Seperti yang disampaikan oleh pak Presiden kemarin , tolonglah dana intensif buat, dokter, dokter sepecialis dan tenaga medis itu dicairkan, supaya perekonomian itu jalan , ada perputaran uang," terangnya secara panjang lebar.

"Karena selain untuk mareka keluarga juga. Mareka juga bisa membeli makanan-makanan yang bergizi seperti vitamin juga dibutuhkan oleh mareka. Apalagi di Aceh ini sudah 13 orang tenaga medis dan para medis yang terkena covid-19 ini,"tambah dr Purnama.

Sementara Jubir Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdullahgani (SAG) yang ditemui oleh wartawan di gedung DPR Aceh usai sidang paripurna, Selasa (30/6), mengatakan menyangkut dengan pembayaran intensif tenaga medis itu dialokasikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kesehatan.

"Sekarang menyangkut tentang jasa medis Covid itu dialokasikan oleh pemerintah pusat melalui Departemen Kesehatan, ketika satu petugas medis mendapatkan dari departemen kesehatan tidak boleh lagi dapat dari pemerintah daerah , itu nama double itu, yang mencaiirkan bukan kita itu dari Kementrian masuk langsung ke rekening yang bersangkutan," ujar SAG.

Selanjutnya, SAG juga menyampaikan terkait pencairan dana intensif untuk tenaga medis merupakan kewenangan Kementrian Kesehatan.

"Nah, kemarin kita mendegar dan membaca juga berita , dimana Pak Presiden terus juga mendorong departemen kesehatan untuk mencairkan dana ini. Karena Satkernya ada di Kementrian Kesehatan,"katanya.

Sekedar mengulang, sebagaimana dilansir dari website resmi milik Pemerintah Aceh dengan laman https://humas.acehprov.go.id/. Disana menyebutkan Pemerintah Aceh memastikan akan memberikan insentif bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. Insentif tersebut akan diambil dari alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

“Insentif sudah diatur oleh negara, Presiden telah menyebutkan jumlahnya, meskipun demikian kita juga sudah mempersiapkan insentif dengan skema APBA,” kata Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, usai meresmikan penggunaan gedung asrama BPSDM Aceh untuk tenaga medis Covid-19, Kamis, (2/4).

Nova menjelaskan, insentif dengan skema APBA itu akan diberikan sebagai penunjang kepada tenaga medis yang dirasa jam kerjanya jauh lebih banyak dibanding upah dan insentif yang telah diterima dari Pemerintah Pusat.

“Kalau memang yang diberikan itu (insentif dari pusat) dirasa belum cukup dengan jam kerjanya seorang dokter dan perawat yang jauh lebih tinggi, maka kita tunjang dengan APBA,” kata Nova.

Nova mengatakan, insentif penunjang tersebut akan diambil dari alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Selama ini, kata dia, sebagian dana BTT tersebut telah digunakan untuk menjalankan sejumlah langkah penanganan penyebaran virus corona di Aceh.

“Kalau itu (BTT) habis, kita masuk dalam koridor realokasi dan refocousing inpres nomor empat,” ujar Nova.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...