Innalilahi wainnailaihi rojiun, Dimas Muhammad Andrean balita yang berusia 2 tahun ditemukan meninggal tenggelam dalam kolam di depan Cafe Pondok Indah, Kampung Karang Rejo Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Selasa (19/1/2021). Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Jufrizal SH menyebutkan, Dimas Muhammad Andrean pertama sekali ditemukan di dalam kolam oleh Kamarudin karyawan cafe Pondok Indah tersebut.

Kasus Narkotika

DPO Polda Kepri Berhasil Dibekuk Polres Lhokseumawe

SAID AQIL AL MUNAWARKonferensi pers
A A A

LHOKSEUMAWE - Jajaran Polres Lhokseumawe berhasil menangkap SB alias Pak De warga Desa Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), SB merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Kepri dalam kasus penyalahgunaan Narkotika jenis sabu-sabu.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (8/1/2021) mengatakan, penangkapan terhadap DPO tersebut terajdi pada Kamis (7/1/2021). Sekitar pukul 14.00 WIB anggota unit resmob Satreskrim Polres Lhokseumawe melakukan penyelidikan terhadap keberadaan DPO Polda Kepulauan Riau atas nama SB dalam Kasus Narkotika Golongan I Jenis Sabu-Sabu.

"Setelah mendapatkan informasi mengenal
keberadaan tersangka, tim berangkat menuju Sigli Kabupaten Pidie guna melakukan pengejaran terhadap tersangka. Setibanya di Sigli tim menuju ke lokasi target yaitu di SPBU Gampong Keuniree Kecamatan Pidie Kabuapaten Pidie. Setelah dilakukan pengintaian terhadap target, tim berhasil mengamati posisi tersangka yang saat itu sedang berada di depan Cafe SPBU tersebut dengan seorang diri. Selanjutnya tim langsung melakukan penangkapan dan tersangka berhasil diringkus tanpa perlawanan," ujarnya.

Selanjutnya, kata Kapolres, petugas melakukan penggeledahan terhadap badan dan pakaian tersangka, lalu tersangka SB diboyong ke Mapolres Lhokseumawe untuk selanjutnya diserahkan kepada Ditnarkoba Polda Kepri guna proses lebih lanjut.

"Saat dilakukan penggeledahan tidak ditemukan barang bukti  sabu-sabu, namun kita menyita satu unit Hp Oppo warna hitam," pungkasnya.

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...