Eks Agen CIA Khawatir

Donald Trump Nekat Gunakan Bom Nuklir

FOTO | Gabrielle Lurie / The ChronicleValerie Plame Wilson, 53, mantan agen mata-mata terkenal CIA, khawatir Presiden Donald Trump akan nekat menggunakan bom nuklir.
A A A

SAN FRANCISCO - Mantan agen mata-mata CIA Valerie Plame Wilson merasa khawatir bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump akan nekat menggunakan bom nuklir. Plame merupakan eks agen mata-mata terkenal yang berselisih dengan pemerintah Presiden George W Bush.

Plame muncul minggu lalu di sebuah konferensi cyberterorism di San Francisco. Plame mengatakan bahwa dia melihat negaranya menuju ke periode ketidakstabilan yang berbahaya, yang mungkin saja menyebabkan bencana pemicu keprihatinan nomor satu.

Mantan mata-mata CIA ini menyalahkan Presiden Trump karena caranya yang nekat. ”Orang-orang yang mengelilingi dirinya berkualitas rendah,” katanya.

”Apa yang saya temukan paling tentang tentang dia adalah akses terhadap komando dan kontrol struktur nuklir,” kata Plame sebelum berpidato di acara Konferensi Keamanan Internasional RSA 2017.

“Kami masih memutuskan apakah akan memahami Trump secara harfiah atau serius. Tetapi selama kampanye, dia membuat komentar tentang 'bagaimana jika Jepang mendapat senjata nuklir’, dan mengisyaratkan bahwa serangan nuklir tidak akan keluar dari pertanyaan,” ujar Plame, seperti dikutip San Francisco Chronicle, semalam (21/2/2017).

Sosok Presiden Trump, sambung Plame, telah direndahkan komunitas intelijen. ”Dia sangat santai dan sembrono. Impulsif, untuk dikatakan sedikit. Ini adalah orang yang akan gusar oleh tweet. Apakah ini orang yang ingin membuat keputusan nuklir?,” tanya Plame.

Plame, 53, dikenal sebagai agen CIA yang jago menyamar. Spesialisasinya adalah soal senjata pemusnah massal. Dia dan suaminya, mantan Duta Besar Joseph Wilson IV, berselisih dengan pemerintahan Bush yang melakukan pembenaran untuk menginvasi Irak tahun 2003.

Pasangan itu akhirnya pindah ke New Mexico pada tahun 2006. Plame kemudian beralih pada kegiatan untuk kepentingan sipil.

Meski kariernya sebagai mata-mata sudah berakhir, namun dia pernah menulis buku berjudul “Fair Game” yang diangkat menjadi film yang dibintangi Naomi Watts dan Sean Penn.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...