Polres Bener Meriah melalui Satreskrim telah menetapkan tersangka dan menahan dugaan pembuatan ijazah palsu, pada Sabtu (23/1/2021) lalu. Tersangka yang ditetapkan yakni , AS (37) yang merupakan staf di Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah yang mengaku telah membuat sebanyak 30 lembar ijazah. Polres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim mengatakan, sejauh ini masih menetapkan dan menahan tersangka dugaan pembat ijazah palsu.

Ditengah Pandemi, Pelajar Aceh Torehkan Prestasi, 8 Medali OSBMPTN Diboyong

ISTIMEWAKepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rahmat Fitri HD MPA
A A A

BANDA ACEH - Ditengah pandemi Covid-19 Pelajar Aceh kembali membutikan kemampuannya hingga torehkan prestasi.

Kali ini, Kabar gembira datang dari pelajar yang bernama Rouli dari SMAN 1 Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Adapun kedelapan pelajar Aceh tersebut berhasil mempersembahkan satu medali emas dan tujuh medali perak pada OSBMPTN 2020 yaitu satu-satunya mas diraih oleh Rouli (SMAN 1 Simpang Kiri, Kota Subulussalam), sedangkan tujuh perak masing- masing diraih Dita Ariyani dan Wahdana Apriyani (SMAN 1 Simpang Kiri, Subulussalam), Shulhan Al Khalidy dan Nabiel Naufal (MA Ruhul Islam), M. Brilliant Daffa, Kenneth Islamey dan T. Daniel Makarim (SMA Fatih Billingual School).

Mereka berhasil mempersembahkan prestasi dengan meraih delapan medali pada ajang Olimpiade Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (OSBMPTN) 2020.

Seleksi tersebut dilakukan secara online di satuan pendidikannya masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD, MPA kepada awak media, Senin (23/11/2020) menyebutkan prestasi yang diraih itu tidak terlepas dari peran dari orangtua, guru pembimbing, kepala sekolah, pengawas, dan kepala cabang dinas pendidikan wilayah yang telah melakukan pembinaan terhadap siswa tersebut.

"Alhamdulillah siswa Aceh telah mampu menorehkan prestasi pada ajang perlombaan yang sangat bergengsi ini. Saya atas nama Dinas Pendidikan Aceh mengucapkan selamat dan sukses kepada siswa Aceh ini," ungkap Haji Nanda sapaan akrab Rachmat Fitri.

Pada masa pandemi Covid 19, lanjut Haji Nanda, prestasi pendidikan Aceh kian muncul dan bertambah. Tentu, hal ini tidak terlepas dari banyaknya waktu luang yang berhasil dimanfaatkan oleh guru untuk melakukan bimbingan dan pendampingan terhadap siswanya.

Oleh karenanya, prestasi ini tidak muncul sendirinya, ada peran serta berbagai pihak didalamnya sehingga terciptanya prestasi demi prestasi siswa.

"Nah hal ini menandakan pembelajaran dimasa pandemi telah berlangsung secara maksimal, baik dilakukan secara daring maupun luring," ujarnya.

Menurut Kadisdik Aceh ini, saat ini perkembangan teknologi informasi telah memberi kemudahan bagi siswa dan guru dalam mengikuti berbagai ajang perlombaan yang dilaksanakan secara nasional maupun internasional.

"Hampir semua ajang perlombaan digelar melalui virtual, sehingga guru harus mendekatkan diri dengan model pembelajaran berbasis teknologi dan informasi kepada siswa," katanya.

OSBMPTN 2020 memfasilitasi pelajar untuk berprestasi

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Drs Amiruddin didampingi Kepala SMAN 1 Simpang Kiri, Sukri, MM menjelaskan even OSBMPTN 2020 diselenggarakan untuk memfasilitasi para pelajar untuk berprestasi dan menjadi sarana evaluasi kemampuan pelajar di Indonesia.

Amiruddin pun sangat berterimakasih kepada semua stakeholders yang terlibat dalam kegiatan ini.

"Semoga dengan adanya partisipasi ini, kedepan pendidikan Aceh bisa lebih maju dan berkembang lagi dengan mengikuti even-even di tingkat nasional bahkan internasional," imbuhnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...