Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Dinilai Kurang Aktif, PUSDA Minta Kinerja BPMA Ditinjau Ulang

ISTIMEWAKetua Pusat Studi Pemuda Aceh ( PUSDA) Heri Safrijal
A A A

BANDA ACEH - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi Aceh.

Artinya BPMA dibentuk oleh pemerintah untuk melakukan pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan terhadap kontrak kerja sama kegiatan usaha hulu agar pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara yang berada di darat dan laut di wilayah kewenangan Aceh.

Semua sumber kekayaan alam itu dikelola supaya dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Hal itu dijelaskan oleh Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh ( PUSDA) Heri Safrijal kepada acehimage.com, Selasa (8/9/2020).

Berdasarkan pengamatan dirinya kata Heri Safrijal selama lima tahun terakhir BPMA kurang berperan. "Seharusnya BPMA berperan aktif agar kemakmuran Rakyat Aceh semakin meningkat," tutunya.

Oleh karena itu, Heri pun mempertanyakan efektifitas Kinerja Badan Pengelola Migas Aceh untuk mendapatkan hasil dari pengolahan SDA itu bagi pendapatan daerah dan kemajuan rakyat Aceh..?

Karena sejak mulai beroperasi pada tahun 2016 lalu kata Heri, hingga kini dinilainya lembaga regulator migas ini belum mampu menunjukkan kinerja sesuai harapan publik.

"Kita lirik saja soal pendapatan pegawai yang relatif besar, tidak berbanding lurus dengan kinerja yang ditunjukkan lembaga regulator migas di Aceh itu," ungkapnya.

Dikatakannya, target penerimaan Dana Tambahan Bagi Hasil Migas (DTBHM), dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2020 sebesar Rp 481 miliar.

"Angka itu sama dengan penerimaan tahun 2019. Dan Itu artinya BPMA tidak memiliki target untuk meningkatkan produksi Migas Aceh pada tahun 2020," kata Heri Safrijal

Sebab kata Heri Kehadiran lembaga bisnis ini sejak awal diharapkan mampu meningkatkan kinerja produksi Migas Aceh. Sehingga pendapatan Aceh dari Tambahan Dana Bagi Hasil (TDBH) migas meningkat secara signifikan.

Namun apa yang terjadi, harapan tersebut justru bertolak belakang dengan ekspektasi publik, BPMA malah lebih banyak disorot soal fasilitas mewah yang mareka (pegawai) terima. Seperti gaji, tunjangan, biaya asuransi dan sebagainya.

Maka dari itu mantan Sekjend BEM Unsyiah mengatakan bahwa selain dirinya, juga banyak pihak mempertanyakan tata kelola dan kinerja manajemen BPMA.

"Publik menilai BPMA tidak transparan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai regulator industri Migas di wilayah Aceh," ujarnya.

Heri mengatakan bagaimana tidak, rakyat mempertanyakan soal keseriusan dan efektifitas kinerja lembaga ini..?

Pasalnya, dengan berbagai fasilitas mewah yang diterima pegawai mulai dari gaji yang besar, tunjangan yang tinggi dan jasa asuransi kelas VIP, tapi BPMA belum dapat menunjukkan kinerja gemilang.

Pemerintah perlu minta penjelasan BPMA

Heri yang juga ketua GAP Aceh ini (Generasi Aceh Peduli) menyarankan lebih baik BPMA di hapuskan saja sebab mareka sama sekali tidak memperlihatkan kinerja yang maksimal selama ini.

"Kita juga bingung apa yang telah dikerjakan BPMA untuk masyarakat Aceh. Kendati lembaga ini lahir berkat implementasi dari Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA) Pasal 160 ayat (1) dan (2), tapi sudah 5 tahun belum menghasilkan," sebut Heri.

Selain itu Heri juga berharap kepada pemerintah aceh supaya meminta penjelasan khusus dari pihak BPMA terkait sejauh mana sudah Perkembangan soal pengelolaan Migas di Aceh.

"Publik tentu ingin mendapatkan penjelasan terbuka terkait BPMA yang dinilai sama sekali tidak transfaran atas Kinerja selama ini," imbuh Heri..

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...