Masyarakat Aceh

Diminta Waspadai Hujan Lebat dan Petir

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

SABANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Giofisika (BMKG) menyampaikan agar mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan kilat berpotensi terjadi pada 10 daerah se-Aceh.

Sistem peringatan awal atau early warning system (EWS-Aceh) merilis 10 daerah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir itu, meliputi Kota Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, aPidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Kota Subulussalam.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan kilat juga berpotensi meluas hingga ke Kabupaten Bireun, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Simeulue dari tanggal 27 hinggal 28 Februari 2017.

Kepala BMKG Kota Sabang Siswanto menyampaikan, pihaknya memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan mengguyur wilayah paling ujung barat Sumatera hingga esok hari (Selasa, 28/2).

Karena itu, BMKG mengigatkan masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadi hujan sedang hingga lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang yang berpotensi terjadi banjir karena luapan air sungai.

"Berkenaan dengan cuaca tersebut harus diwaspadai potensi timbul dampak dari curah hujan yang secara terus menerus mengguyur wilayah Sabang dan sekitarnya," katanya pula.

Siswanto juga menyampaikan, bencana bisa muncul tanpa melihat objek atau mengenal siapa pun untuk itu, sehingga pihaknya berharap masyarakat yang berada di kawasan bencana harus mampu mengenali lingkungan sebagai upaya deteksi dini.

"Berkaca pada pengalaman bencana mengintai manusia pada posisi lengah atau istirahat. Semua berpotensi menjadi korban bencana, sehingga perlu mengigatkan semua komponen masyarakat untuk selalu waspada terhadap hal-hal yang tidak diinginkan" ujar Siswanto.

Stasiun BMKG Kota Sabang sebagai salah satu institusi pemerintah yang memiliki tanggung jawab dalam pengamatan unsur cuaca, akan selalu berusaha memberikan layanan informasi kepada masyarakat luas.

"Masyarakat harus mengubah cara berpikir dalam menghadapi bencana. Bencana semata-mata bukan sekadar sebuah takdir, namun kita harus bisa berprinsip hidup berdampingan dengan bencana," kata dia lagi.

Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...