Gubernur dan DPR Aceh

Diminta Selesaikan Persoalan Listrik

ACEHIMAGE.COM | LASDIANTO.
A A A
Kita juga sering aksi ke PLN, dan hari ini kita lakukan dikantor gubernur agar semua pihak bertanggungjawab atas listrik Aceh,

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh dan DPR Aceh diminta untuk proaktif dalam rangka meningkatkan daya listrik di provinsi Aceh, sehingga tidak lagi bergantung pada Sumatera Utara.

Hal demikian disampaikan belasan Pemuda yang tergabung dalam Pemuda Dewan Dakwah Aceh (PDDA) saat menggelar aksi terkait persoalan listrik di provinsi Aceh, Rabu (12/04).

Pada aksi yang berlangsung di kantor Gubernur Aceh itu, selain mlakukan orasi secara bergantian, mereka juga melakukan aksi bakar lilin.

Koordinator aksi Raja Muda Cik Muhammad menyebutkan, pemadaman listrik yang dilakukan oleh pihak PLN membuat masyarakat Aceh sangat kecewa atas kinerja PLN wilayah Aceh. Oleh karenanya, PDDA menilai butuh peran aktif dari pemerintah Aceh untuk mendesak PLN agar segera menyelesaikan persoalan listrik di Aceh.

“Kita juga sering aksi ke PLN, dan hari ini kita lakukan dikantor gubernur agar semua pihak bertanggungjawab atas listrik Aceh,”ujarnya.

Raja Muda berharap rakyat Aceh bisa segera menikmati listrik yang lebih baik sebagaimana daerah lain di Indonesia, “Bisa kita lihat pemadaman listrik hingga empat jam sehari, ini sangat lebay, makanya Aceh harus segera mandiri dan jangan lagi bergantung dengan Sumatera Utara,”ujarnya.

Ia menilai persoalan listrik harus segera diselesaikan, mengingat kebutuhan energy listrik sangat berdampak pada perekonomian masyarakat, serta menjadi acuan bagi pemerintah Aceh untuk meyakinkan investor untuk menanamkan investasi di Aceh.

“Kita harap pembangunan pembangkit listrik segera diselesaikan sehingga terwujud kedaulatan listrik di Aceh,”pungkasnya.

Aksi tersebut berlangsung tertib dan damai. Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin mewakili gubernur Aceh menemui peserta aksi dan menjelaskan duduk persoalan.

Fotografer:Lasdianto
Kode:47
Sumber:ANTERO
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...