Kapal Cepat yang Beroperasi di Sabang

Diduga Langgar Permen 104 Tahun 2017

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

SABANG - Pengelola Kapal Cepat yang sudah beroperasi beberapa tahun di jalur penyeberangan Balohan Sabang - Ulee Lheue Banda Aceh diduga telah melakukan pelanggaran Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan Nomor. 104 Tahun 2017.
Dimana pengelola kapal cepat Bahari Ekspres cs dalam penjualan tiketnya, meniadakan tiket kelas ekonomi sebagaimana yang diamanahkan dalam aturan yang berlaku.

Bahkan, dari tiga unit kapal cepat yang di operasikan penyeberangan Balohan-Ulee Lheue, pihak PT Samudra Inti Makmur (PT SIM), selaku operator pengelola kapal hanya menyediakan tiket ekonomi dalam jumlah yang sangat minim, dari 3 kapal yang beroperasi hanya dua kapal yang menyediakan tiket ekonomi.

Diduga tiket ekonomi yang sangat minim tersebut, hanya dijual khusus kepada oknum-oknum pada instansi tertentu. Pasalnya, masyarakat biasa kerap tidak mendapat yang namanya tiket ekonomi.

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan Senin (23/07/18) Penjabat sementara (Pjs) PT SIM Kota Sabang, Rudi di ruang tunggu VIP terminal Balohan, dia mengaku tidak memiliki kapasitas untuk memberi penjelasan menjelaskan kepada wartawan.

Saat ditanyai mengenai aturan Menteri Perhubungan Tentang Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Rudi, sendiri tidak mengetahui hal tersebut. Namun, dirinya menjelaskan bahwa penetapan tarif bukan berada pada kewenangannya.
Dimana dirinya hanya sebagai pelaksana operasional kapal cepat yang beroperasi pada Penyeberangan Balohan-Ulee Lheue.

"Saya sendiri tidak tentang aturan itu, karena saya hanya Pjs. Mungkin bisa langsung kepada atasan kami di Banda Aceh," jawab Rudi saat didampingi oleh Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Abdul Rani.

Rudi juga tidak dapat menjawab berapa sebenarnya tarif dasar yang ditetapkan pemerintah dalam hal ini Gubernur Aceh pada penyeberangan Balohan-Ulee Lheue. Meski begitu, dirinya hanya dapat menjelaskan bahwa pihaknya hanya menyediakan tiket ekonomi dengan jumlah yang sangat sedikit.

Dijelaskan, PT SIM di Aceh saat ini mengoperasikan tiga unit kapal cepat yang terdiri dari Express Bahari (EB) 2F, Express Bahari 8B dan Cantika 89 dengan Tarif VIP Rp100.000 (dewasa) dan Rp90.000 anak-anak, Tarif Eksekutif Rp80.000 (dewasa) dan Rp70.000 (anak-anak), Tarif Ekonomi Rp60.000.

Sedangkan kapasitas penumpang pada EB 2F dapat menampung 400 penumpang yang terbagi dalam dua kelas yakni VIP (53) dan Eksekutif (347). Untuk kapal EB 8B memiliki kapasitas 364 Penumpang terbagi dalam tiga kelas VIP (43 Penumpang) dan Eksekutif dan ekonomi (terbatas).

Cantika 89 memiliki kapasitas 208 memiliki VIP (30), Eksekutif (166) dan ekonomi (12).

Bahan Bakar Minyak (BBM), yang digunakan untuk kebutuhan operasional kapal selama ini jelas Rudi lagi, PT SIM mengorder BBM dari Pertamina Depot Sabang, dengan rincian sekali isi 5 ton per kapal dalam sebulan 1 kapal mengisi 5 kali isi totalnya 25 ton per bulan atau untuk 3 unit kapal 75 ton BBM. Bahkan, bisa lebih pada saat musim libur, jelasnya.

Sebagaimana diterangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 104 Tahun 2017 dijelaskan Tarif Penyeberangan untuk Angkutan Penumpang terdiri dari Tarif Pelayanan Kelas Ekonomi dan Non Ekonomi. Tarif ekonomi ditentukan berdasarkan tarif dasar dan jarak dan ditetapkan oleh Pemerintah, sedangkan non ekonomi ditentukan oleh tarif dasar, jarak dan pelayanan tambahan dan ditentukan sendiri oleh penyedia jasa.

Sementara itu, sebelumnya sejumlah masyarakat mulai mengeluhkan tingginya tarif yang diberlakukan oleh PT SIM. Dimana kapal penyeberangan yang menggunakan bahan bakar subsidi dengan rata-rata 25 kilo meter per kapal dan per bulan itu tersebut tidak menyediakan tiket ekonomi yang terjangkau.

Penulis:Jalaluddin Zky
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...