Istri Bos Abu Tours

Dibui 19 Tahun di Kasus Cuci Uang Rp1,2 T

FOTO | ISTIMEWAIstri CEO Abu Tours, Nusyariah
A A A

MAKASSAR - Pengadilan Negeri (PN) Makassar menjatuhkan vonis 19 tahun kepada istri Bos Abu Tours, Nursyariah Mansur terkait kasus penggelapan dan pencucian uang jemaah. Nursyariah juga didenda Rp 300 juta.

"Menyatan Nursyariah Mansur bin Maulana terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penggelapan dan pencucian uang," kata Ketua Majelis Hakim Denny Lumban Tobing di PN Makassar, Jalan RA Kartini, Makassar, Kamis (21/2/2019) malam.

"Menjatuhkan hukuman 19 tahun penjara dan membawa denda Rp 300 juta," sambungnya.

Jika Nursyariah tidak membayarkan denda itu, maka akan digantikan dengan kurungan 1 tahun dan 3 bulan penjara. Nursyariah juga diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000 kepada pengadilan.

"Menetapkan terdakwa tetap berada di dalam tahanan," kata Denny.

Mendengar putusan hakim itu, Nursyariah yang duduk dikursi pesakitan hanya terdiam. Tidak ada satu kata yang keluar dari mulutnya.

Sebelumnya pada persidangan dengan terdakwa Hamzah Mamba, Hakim anggota Muhammad Salim Giribasuki mengungkapkan uang jemaah yang senilai Rp 1,2 triliun dipergunakan untuk keperluan pribadi.

"Untuk memberangkatkan jemaah yang berjumlah 98 ribu orang, dibutuhkan dana sebesar Rp 1,8 triliun, Padahal dana yang tersisa di rekening Abu Tours hanya tinggal sekitar Rp 2 miliar," kata Salim.

Sepanjang Abu Tours beroperasi, Hamzah Mamba berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 1,2 triliun. Uang ini didapatkan dari setoran jemaah dari transfer dan setoran langsung ke Abu Tours. Sayangnya, uang trilunan itu dipergunakan secara pribadi oleh Hamzah Mamba.

"Digunakan untuk gaji karyawan, fee agen atau mitra, listrik, ditransfer ke rekening Hamzah Mamba dan Nursyariah mansur dan sebagian lagi untuk pembelian tanah dan bangunan, pembelian kendaraan bermotor roda dua dan empat," sebut Salim.

Tidak hanya itu, uang jemaah ini untuk pembelian barang-barang mewah untuk Hamzah Mamda dan mendirikan anak-anak perusahan di bawah naungan Abu Corps.

"Pembelian lensa canon, televisi, jam tangan dan logam mulia, pembelian sepatu, tas, helm, koper, jaket dan kacamata, dan logam mulia," ujarnya.

Ditambahkannya, uang ini juga digunakan untuk mendirikan restauran dan beberapa tabloid dan radio untuk mendukung usaha dari Abu Tours.

Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...