Seberapa Banyak Asupan Gula dan Garam

Dianjurkan untuk Anak-Anak?

FOTO | ShutterstockAnak makan kue
A A A

KITA semua tahu bahwa mengonsumsi garam dan gula secara berlebihan akan membawa dampak buruk untuk tubuh. Jika Anda mengonsumsi garam berlebihan, maka yang bakal terjadi salah satunya adalah masalah darah tinggi yang kemudian bisa berakibat pada kesehatan jantung dan saraf Anda.

Lalu, jika Anda mengonsumsi banyak gula, yang bakal terjadi setelahnya adalah kegemukan atau obesitas, dan yang banyak dialami masyarakat sekarang adalah diabetes. Tidak ingin dua hal ini terjadi, bukan?

Maka dari itu, asupan gula dan garam sebaiknya memang sudah diperhatikan sejak usia dini. Ini yang kemudian membuat Anda sadar bahwa asupan gula atau garam berlebihan, akan membawa dampak buruk.

Menurut data WHO, asupan gula untuk anak usia 4 sampai 9 tahun itu 37,5 - 45 gram per hari ini sebanding dengan 3,5 - 4,5 sendok makan per hari. Angka yang kecil bukan? Coba Anda sadar, berapa gula yang Anda masukan ke gelas susu atau teh si kecil?

Kemudian, bagaimana dengan asupan garam per hari? Berdasar data AKG 2013, anak berusia 1-3 tahun asupan garamnya hanya 1000 mg per hari. Lalu, anak berusia 4-9 tahun, asupannya di angka 1200 mg per hari. Sementara itu, untuk anak umur 10-17 tahun, asupan garamnya hanya 1500 mg per hari atau jika dikonversikan setengah sendok per hari!

Dengan paparan ini, Anda sebagai orangtua yang masih menjamin seberapa sehat makanan yang dikonsumsi si kecil tentu harus semakin waspada dan berhati-hati memilih makanan pun memasak makanan. Jika berlebihan, maka anak Anda yang akan merasakan akibatnya.

Dijelaskan Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Dian Permatasari M.Gizi, itu kenapa sebagai orangtua Anda mesti rutin mengecek komposisi makanan. Dilihat seberapa kadar gula dan garam di makanan tersebut.

"Ini menjadi penting jika Anda sudah sadar bahwa pengaturan asupan makanan membawa dampak langsung ke tubuh si anak. Gizi yang dia terima dari makanan yang dikonsumsi kurang, maka yang akan terjadi si kecil mengalami gizi buruk. Hal ini yang kemudian mudah terabaikan orangtua," papar dr. Dian saat diwawancarai di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018).

Dr. Dian menegaskan bahwa mengatur berapa kalori si anak itu memang terdengar ribet. Tapi, jika Anda sudah sadar bahwa apa yang dikonsumsi si anak akan berpengaruh pada kesehatannya, pasti Anda akan sangat selektif memilah makanan buat si anak.

Lebih jauh lagi, jika Anda memang ingin memasakkan langsung si kecil makanan, maka Anda mesti sadar juga seberapa banyak garam yang dipakai untuk memasak. "Tapi, ini juga tidak langsung berarti si anak mengonsumsi garam setengah sendok. Pasti kan saat pemasakan itu, kandungan garam membaur dengan bahan makanan dan yang dikonsumsi si anak tidak sebanyak yang dipikirkan," tambahnya.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...