Kado Pahit KPK untuk Irwandi Yusuf

di Hari Ultah Pertama Jadi Gubernur Aceh

FOTO | detik.comIrwandi Yusuf
A A A

JAKARTA – Hari ini genap satu tahun Irwandi Yusuf menjabat Gubernur Aceh untuk periode keduanya. Tapi, baru 12 bulan memimpin, mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu sudah ditahan KPK atas kasus korupsi dana otonomi khusus.

Irwandi Yusuf bersama Nova Iriansyah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017-2022 oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Gedung DPR Aceh pada Rabu 5 Juli 2017. Irwandi kembali ke singgasana usai menang di Pilkada Aceh 2017.

Irwandi pernah menjabat gubernur Aceh periode 2007-2012, setelah juara dalam Pilkada langsung pertama di Indonesia yang digelar di Aceh pada 2006. Saat itu Irwandi berpasangan dengan Muhammad Nazar, mantan Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA).

Berbeda dengan periode pertama, pada kali kedua dipercaya sebagai pemimpin Aceh, perjalanan Irwandi Yusuf menemui jalan terjal. Dua hari lagi genap setahun jadi gubernur, ‘sang kapten’ malah ditangkap KPK.

Irwandi Yusuf diciduk saat berada di Meuligoe (Pendopo) Gubernur Aceh, pada Selasa 3 Juli malam. Dia dibawa ke Mapolda Aceh untuk diperiksa. Selain Irwandi, KPK juga mengamankan Bupati Bener Meriah Ahmadi dan delapan orang lainnya. Bersama mereka disita uang Rp500 juta diduga sebagai gratifikasi atau suap.

KPK selanjutnya menjadikan Irwandi dan Ahmadi tersangka bersama dua orang lagi; Henri Yusal dan T Syaiful Bahri, keduanya orang kepercayaan Irwandi. Keempatnya langsung memakai rompi oranye, ditahan KPK.

Mereka dituduh terlibat dalam korupsi dana proyek yang bersumber dari anggaran otonomi khusus Aceh 2018. Irwandi disangka meminta jatah komitmen fee Rp1,5 miliar. Barang bukti senilai Rp500 juta yang diamankan KPK diduga bagian dari jatah fee tersebut.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan kepada pers menyatakan bahwa suap itu diduga diberikan Ahmadi. Penerimanya Irwandi, Henri Yuzal dan Syaiful Bahri.

"Kami sungguh menyayangkan hal seperti ini masih terjadi. Dana Otsus 2018 yang berjumlah total Rp8 triliun justru diwarnai dengan praktik korupsi," kata Basaria.

Namun, Irwandi membantah menerima suap atau hadiah. “Saya enggak minta hadiah, saya enggak pernah menyuruh orang untuk minta hadiah, saya tidak juga menerima komitmen fee,” katanya di KPK.

“Saya enggak melangar apapun, enggak mengatur fee, enggak mengatur proyek, enggak terima fee enggak ada janji memberikan sesuatu.”

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...