Moskow

Desak AS Beri Izin Temui Wanita yang Diduga Agen Kremlin

FOTO | ISTIMEWAKedutaan Besar Rusia di AS menuntut akses konsuler Mariia Butina, seorang warga Rusia yang ditangkap di Washington, karena dituding sebagai mata-mata Kremlin.
A A A

WASHINGTON - Kedutaan Besar Rusia di Amerika Serikat (AS) menuntut akses konsuler Mariia Butina, seorang warga Rusia yang ditangkap di Washington. Butina dituduh oleh otoritas AS sebagai mata-mata Kremlin.

"Karena materi dari kasus pengadilan digolongkan rahasia, kepentingan wanita Rusia ini menggambarkan kebutuhannya akan pengacara yang berkualitas," kata kedubes Rusia dalam sebuah pernyataan.

"Kami berhubungan dengan pihak berwenang AS dan menuntut dari mereka akses konsuler kepada warga Rusia untuk melindungi hak-haknya yang sah," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (18/7).

Seperti diketahui, Departemen Kehakiman AS pada hari Senin mengatakan, Butina didakwa atas tuduhan berkonspirasi dengan bertindak sebagai agen pemerintah Rusia. Menurut departemen tersebut, dia menjadi agen Kremlin ketika mengembangkan hubungan dengan warga Amerika dan kelompok politik infiltrasi.

Perempuan yang tengah studi di American University di Washington itu tercatat sebagai aktivis pro-senjata. Dia adalah pendiri kelompok advokasi pro-senjata "Rusia Right to Bear Arms".

Butina ditangkap pada hari Minggu. Menurut Departemen Kehakiman AS, dia beroperasi atas arahan pejabat tingkat tinggi yang bekerja untuk Rusia.

Robert Driscoll, seorang pengacara untuk Butina, mengatakan kliennya bukan agen Rusia. Driscoll mengatakan Butina telah bekerja sama dengan otoritas AS dan sebelumnya secara sukarela muncul di balik pintu tertutup selama delapan jam dengan Komite Intelijen Senat AS. Menurut Driscoll, apartemen Butin diserbu oleh FBI pada bulan April.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...