Eloknya Matahari Terbenam

dari Bukit Merese Lombok Tak Terbantahkan

FOTO | okezone.com.
A A A

BUKIT Merese terkenal sebagai lokasi epik untuk memandangi matahari terbit dan terbenam. Saat liburan ke Lombok, traveler harus menyempatkan datang ke sana tanpa alasan apapun.

Siapa pun ingin membuktikan keindahan panorama yang ditawarkan dari atas bukit ini. Karenanya, lokasi ini tak pernah dilewatkan oleh traveler.

Destinasi wisata di Lombok jika tak musim liburan umumnya didominasi dengan wisatawan asing. Hal itu menimbulkan kesan berbeda bagi sebagian traveler.

Karena itulah, Okezone tidak mau ketinggalan untuk membuktikan keindahan matahari terbenam, yang ditawarkan dari salah satu bukit terindah di Lombok. Maka sore itu, Okezone sengaja menuju Bukit Merese agar bisa menyaksikan matahari terbenam yang epik.

Sebelum tiba di area bukit, harus melewati jalan aspal berkelok. Kemudian untuk menuju atas bukit tidak instan. Anda harus mendaki sejenak, tapi tidak butuh ekstra perjuangan.

Sebab, menanjak ke atas bukit ini melewati trek yang landai. Tapi siapkan energi yang cukup dan kondisinya sedang tidak dehidrasi.

Tak lama berjalan menanjak, mata ini langsung dimanjakan dengan panorama Pantai Tanjung Aan di bawahnya. Sore itu, air lautnya surut dan membentuk gelombang pasir yang basah.

Sangat menarik sekali yang membuat mata enggan berkedip. Tapi karena tujuannya ingin menyaksikan matahari menghilang perlahan-lahan, maka harus memandangi setiap pergerakannya.

Benar saja, sekira pukul 18.00 WITA, matahari oranye pelan-pelan hilang. Tak ingin rasanya mata melewatkan momen ini. Sesekali mengambil foto lewat kamera smartphone dengan teknologi mutakhir.

Bingung sekali membagi waktu antara mengambil foto atau menikmati tenangnya suasana Bukit Merese, dengan panorama matahari terbenam yang epik. Tapi Okezone memperbanyak waktu untuk menyaksikan langsung momen itu dengan mata telanjang.

Tak sampai 10 menit matahari hilang dan mengubah warna langit menjadi jingga. Tapi di bagian lain, langitnya masih biru. Sungguh perpaduan warna yang kontras dan gradasinya indah.

Bila diingat-ingat, kisah dari momen ini dramatis sekali dan selalu ada di dalam benak. Suasana bukit saat senja itu sangat tenang, serta membuat pikiran rileks. Pantas saja jika Putri Mandalika, serta nenek moyang warga Sasak lainnya dahulu memanfaatkan lokasi ini untuk meditasi.

Semua traveler yang singgah di bukit ini juga tidak berisik. Pastinya mereka ingin menciptakan ketenangan dan kenyamanan. Selain itu, banyak spot untuk menyaksikan panorama dari bukit nan indah itu. Kira-kira siapa yang tidak ingin mendapat momen tersebut?

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...