Muzakkar Mundur dari Asisten I

Dampingi Saifannur di Pilkada Bireuen

FOTO | IstimewaMuzakkar
A A A

BANDA ACEH — Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Dr Muzakkar A Gani SH MSi, resmi mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya menyusul ditetapkannya Safannur-Muzakkar sebagai pasangan calon bupati Bireuen nomor urut 6.

Surat pengunduran diri Muzakkar diajukan kepada Gubernur Aceh pada tanggal 21 Desember 2016, tak lama setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan Saifannur, 19 Desember 2016. “Surat pengunduran diri dari Asisten I sudah saya sampaikan pada 21 Desember 2016 ke Kantor Gubernur,” kata Muzakkar.

Sebenarnya, Muzakkar tak lama lagi akan pensiun dari PNS. Saat ditanyai Serambi, Muzakkar mengaku akan memasuki masa pensiun pada 1 Januari 2018, atau sekitar satu minggu lagi dari sekarang. Namun karena aturan mewajibkan kepada setiap PNS yang terjun ke dunia politik harus mundur, maka Muzakkar memilih mundur.

“Saya terjun ke dunia politik untuk penambah pengalaman setelah puluhan tahun berada dalam birokrasi pemerintahan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, KIP Bireuen sebelumnya menggugurkan Saifannur dari daftar calon bupati karena dua kali tidak lulus dalam tes kesehatan di RSUZA Banda Aceh. Saifannur didiagnosa mengindap neurobehaviour (hubungan antara fungsi otak dengan perilaku dan proses berpikir).

Tak terima dengan keputusan tersebut, Saifannur mengajukan permohonan keberatan kepada Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Bireuen, tapi upaya tersebut ditolak. Pihak Saifannur kemudian melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan, dan juga ditolak. Terakhir Saifannur melakukan kasasi ke MA dan dikabulkan.

Dalam amar putusannya, MA mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya. Majelis hakim juga memerintahkan tergugat (KIP Bireuen) untuk menerbitkan surat keputusan baru sebagai pengganti surat keputusan yang dinyatakan batal tersebut, dengan mencantumkan nama penggugat/pemohon kasasi, H Saifannur SSos sebagai calon bupati dan Dr Muzakkar A Gani SH MSi sebagai calon wakil bupati Bireuen dalam pemilihan tahun 2017.

Menindaklanjuti putusan MA, KIP Bireuen dalam rapat pleno Jumat (23/12), akhirnya resmi menetapkan Saifannur-Muzakkar sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Bireuen dengan nomor urut 6. “Putusan MA itu sangat kita syukuri, karena atas putusan itu kami boleh ikut kembali dalam Pilkada Bireuen,” kata Muzakkar.

Kepala Biro Organisasi Setda Aceh, Ramli, mengaku sudah mendengar informasi tentang mundurnya Muzakkar A Gani dari Asisten I Setda Aceh.

Untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Muzakkar, Plt Gubernur dikabarkan telah menunjuk Kepala Biro Hukum Setda Aceh, Edrian, sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Asisten I.

Kebijakan itu, jelasnya, dilakukan karena dalam waktu dekat ini ada pengisian dan pengukuhan pejabat baru terkait sudah disahkannya Qanun Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Aceh.

Dalam STOK yang baru itu, terdapat 47 SKPA, dan butuh 60 pejabat eselon II a dan II b. Sedangkan dalam SOTK yang lama berjumlah 48 SKPA, dengan 66 pejabat eseloan II a dan II b.

“Tapi karena ada pejabat yang mau pensiun, ikut pilkada, dan melanggar disiplin PNS, maka maka perlu ditempatkan pejabat yang baru. Tapi siapa saja orangnya? Tunggu saja. Tanggal penetapannya awal tahun depan oleh Plt Gubernur Aceh,” ujar pria yang akrab disapa Cek Ramli ini.

Sumber:serambinews.com
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...