Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Dalam Menentukan Wagub Aceh, Ada Parpol Bermanuver

ISTIMEWAUsman Lamreung
A A A

BANDA ACEH - Pengamat politik dan sosial dari Universitas Abulyatama (Unaya) Usman Lamreung mengungkapkan, pasca pelantikan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh, peta politik elit Aceh pun mulai bergeser.

Hal ini kata Usman bisa dilihat dari salah satu indikasi adalah gugurnya hak angket DPRA pada beberapa minggu yang lalu.
Selanjutnya harmonisasi Pemerintah Aceh dan DPRA kembali mesra.

Kamudian isu hak angket pelan-pelan menghilang dan beralih pada isu persiapan sosok wagub pasca pelantikan Nova sebagai Gubernur, sehingga eskalasi dinamika politik elit Aceh berubah.

"Kondisi seperti ini bakal menguntungkan Nova sebagai penguasa pemerintah Aceh,," kata Usman kepada acehimage.com, Jumat (13/11/2020).

Jika calon Wagub yang diusulkan oleh salah satu partai pengusung, yaitu PNA yang kita tau selama ini berseberangan dengan pemerintah Nova, dan tergabung dalam koalisi aceh bermartabat (KAB), maka sudah pasti kekuatan KAB diparlemen berkurang.

"Nah, biarpun kemudian posisi Partai Aceh masih ada peluang dalam memainkan dinamika politik Aceh saat ini," ungkapnya.

Pertanyaannya adalah pentingkah posisi wakil gubernur? Dari sinyal yang diberikan Nova, bahwa sepakat untuk mengisi posisi Wagub, membantu pemerintahannya, pasti ada hitungan secara politik, bisa jadi ini adalah bagian dari strategi membangun harmonisasi dengan DPRA yang tujuannya memuluskan semua janji politik saat pilkada lalu.

Menurutnya, konsolidasi dan harmanisasi yang dilakukan Nova, selain menguntungkan pemerintah Nova, juga berpeluang besar bagi PNA, sebagai nilai tawar saat pilkada 2022.

Dalam dua tahun katanya, tentu waktu yang cukup untuk mengorbitkan kader PNA sebagai kandidat Calon Gubernur, untuk bersaing dengan Mualem, dan tidak ada kata yang tidak mungkin dalam politik, asal PNA benar-benar konsisten dan solid sorong salah satu kader terbaik untuk calon gubernur.

"Dan ini harus dimainkan sebagai nilai tawar," ujar Usman.

Dinamika politik Aceh hari ini, adalah bagian jalan mulus memenangkan perebutan kekuasaan di pilkada 2022. Kekuatan Koalisi Aceh Bermatabat sangat rentan patah sayap, tidak solid, dan sudah mulai resah, ketika gagalnya hak angket.

Apalagi internal KAB sudah tidak konsisten mengusung hak angket. Maka penentuan dan pemilihan wagub di DPRA, pasti akan ada deal politik, transaksional, atau komitmen lainnya.

Tentu hal itu akan terjadi untuk kepentingan politik pilkada 2022. Nah, posisi ini bakal diambil oleh Partai Aceh, dengan mengorbankan Koalisi Aceh Bermatabat.

Menurut analisa Usman, Partai Aceh dalam dinamika politik saat ini, pasti bakal melakukan monuver politik, biarpun kemudian harus hilang kawan lama dan bakal ada kawan baru, sebagai konsolidasi untuk meng-golkan Mualem.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...