Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Dalam Dua Hari 69 Positif Covid-19, Aminullah Minta Wargakota Siaga

HUMAS PEMKO BANDA ACEHWali Kota Banda Aceh Aminullah Usman
A A A

BANDA ACEH - Semakin tingginya kasus positif Covid-19 di Aceh, khususnya Banda Aceh. Berdasarkan data hari ini ada tambahan 103 kasus di Aceh, dan 32 di antaranya warga Banda Aceh.

Melihat kenyataan itu, Wali Kota Banda Aceh H Aminullah Usman meminta masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan dan senantiasa menjaga diri dari penularan virus Corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Permintaan yang disampaikan Aminullah bukan tanpa alasan, hari kasus positif Covid-19 di Aceh semakin tinggi khususnya Banda Aceh.

“Hari ini ada 32 warga Banda Aceh yang positif, dari 103 kasus yang bertambah di Aceh,” ungkap Aminullah, Jumat (31/7/2020).

Dalam dua hari ini untuk kota Banda Aceh sendiri, angka penyebaran Covid-19 sudah mencapai 69 kasus (kemarin 37 kasus).

“Itu sebabnya saya meminta agar kita harus makin siaga. Jaga diri dan keluarga agar tidak tertular,” katanya.

Selanjutnya dikatakan, terlebih dalam suasana Hari Raya Idul Adha ini, semua harus mampu menahan diri untuk berinteraksi dengan orang lain.

"Jangan sampai abai kita terhadap protokol kesehatan. Tetap pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak minimal 1,5 meter antar sesama,” katanya lagi.

Aminullah Usman menuturkan, hingga saat ini tak ada cara lain untuk menangkal virus yang belum ada penawarnya tersebut.

“Karena itu penting menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dengan memakai masker, maka risiko penularannya bisa ditekan hingga lima persen.” ujarnya.

Kemudian lanjutnya, mencuci tangan dengan sabun sesuai standar WHO akan mematikan virus. Lalu menjaga jarak aman agar kita tidak terkena percikan droplet yang menjadi media penyebaran virus.

"Insyaallah jika kita semua patuh, kasus Covid-19 bisa ditekan,”

Selain itu Ia juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan baik rapid test maupun tes swab terutama bagi mereka yang pernah terkontak dengan pasien positif Corona.

“Walau kita merasa sehat, bisa saja virus sudah masuk.” katanya.

Jika hasilnya reaktif atau positif ia meminta agar segera lakukan isolasi mandiri, dan hubungi tenaga medis untuk perawatan lebih lanjut.

"Ingat Corona ini bukan aib, jadi tak perlu ditutup-tutupi.
Isolasi selama 14 hari penting agar keluarga dan orang-orang yang kita cintai tidak ikut tertular,” kata Aminullah.

Wali kota itu juga meminta supaya Satpol PP/WH mengintensifkan razia penerapan protokol kesehatan di ruang publik, terutama warung kopi (warkop) dan cafe-cafe.

“Harus kita pastikan bahwa semua pengunjung menjaga jarak, memakai masker, dan pihak pengelola wajib menyediakan tempat mencuci tangan,” katanya mengingatkan.

103 kasus rekor tertinggi sejak medio Maret

Informasi dari Kadis Kesehatan Aceh Hanif, hari ini, bertepatan dengan hari pertama Idul Adha 1441 Hijriah, 103 orang terkonfirmasi positif corona. Ini rekor tertinggi di Aceh sejak medio Maret lalu.

Berdasarkan tempat domisilinya, para pasien baru itu terbanyak di Banda Aceh, yakni 32 orang.

Dengan bertambahnya 103 pasien corona hari ini, maka total orang yang terinfeksi Covid-19 di Aceh sejak Maret lalu mencapai 415 orang.

Dengan catatan, 12 di antaranya meninggal, 94 orang sembuh, dan puluhan orang lainnya sedang dirawat di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Aceh.

Di samping itu, ada 69 orang lagi yang sedang menjalani isolasi mandiri di kediamannya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...