Travelers

Cenderung Melakukan Perjalanan Tanpa Persiapan Khusus

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A
Aku baru saja menobatkan diri sebagai seorang wingers. Aku rasa ini adalah kesalahan New York. Ketika aku pindah ke kota ini, aku termasuk orang yang mempersiapkan segala sesuatu dengan terencana, tepat waktu, dan tidak memberikan celah untuk melakukan kesalahan sedikit pun. Namun dengan adamya subway (kereta bawah tanah), kehidupan di tempat ini terasa begitu cepat dan mau tidak mau Anda harus terbawa arus. Melihat fakta tersebut, aku memutuskan untuk membuat kehidupan serta kebiasaan travelingku menjadi lebih relax dan santai. Sekarang aku hanya memesan tiket pesawat dan melakukan reservasi hotel. Aku membayar Wi-Fi di pesawat hanya untuk menandai satu titik yang akan aku kunjungi melalui Google Maps. Cara ini membuatku dapat mengeksplorasi lebih dalam, dan bahkan menemukan tempat-tempat unik yang tidak diketahui banyak orang,

GAYA traveling setiap orang tentunya berbeda-beda. Sebagian orang rela melakukan berbagai persiapan matang, demi mendapatkan pengalaman perjalanan terbaik dan tak terlupakan. Namun jika ditilik lebih jauh, saat ini memang ada dua gaya traveling yang digandrungi para travelers yakni, wingers (spontan) dan planners (terencana).

Para wingers biasanya tidak terlalu memikirkan hal-hal yang dianggap penting oleh para planners, seperti reservasi hotel atau restoran. Mereka cenderung menghabiskan waktu dengan menyambangi tempat-tempat unik dan membiarkan diri menyatu dengan lingkungan sekitar.

Terkadang, para wingers juga bisa menghabiskan waktu di sebuah cafe yang nyaman sembari bercengkerama dengan para barista untuk mendapatkan rekomendasi tempat makan malam terbaik. Mereka tidak memiliki perencanaan atau itinerary khusus yang harus dilakukan selama traveling. Prinsip mereka adalah bagaimana menyatu dengan destinasi yang sedang mereka kunjungi, dan menemukan hal-hal unik yang tidak dapat ditemukan di brosur-brosur wisata.

Di sisi lain, para travelers yang masuk dalam kategori planners, cenderung mempersiapkan segala sesuatu dengan perhitungan yang sangat matang. Mereka biasanya melakukan reservasi tiket pesawat, hotel, museum, dan restoran, 2-6 bulan sebelum keberangkatan. Tujuannya adalah untuk merasakan seluruh pengalaman unik yang sedang mereka kunjungi.

Sebagai contoh, jika destinasi tujuannya adalah Paris, para planners ingin memastikan bahwa mereka dapat mencicipi segelas wine sambil menikmati konser musik Jazz di Paris St German, sekaligus mengunjungi Musee de Louvre untuk melihat secara langsung keindahan lukisan Mona Lisa. Karena mungkin saja kesempatan tersebut hanya datang satu kali dalam kehidupan mereka.

Alasan Petugas Hotel Tidak Pernah Hubungi Tamu Jika Ada Barang Tertinggal
Untuk mengetahui lebih lanjut, seperti apa gaya traveling yang sedang digandrungi para travelers saat ini, berikut Okezone rangkumkan beberapa komentar para teavelers dari sejumlah negara, sebagaimana dilansir dari CN Traveler.

Wingers: "Eksplorasilah sebanyak mungkin"

"Dalam sebuah kehidupan memang ada beberapa hal yang harus direncanakan secara matang, tapi traveling tidak masuk di dalamnya. Ketika mengunjungi tempat-tempat baru, aku memiliki beberapa daftar wajib yang harus dilakukan seperti mencari tempat makan, hang out, dan berinteraksi dengan penduduk lokal. Namun aku selalu melakukan hal tersebut secara spontan. Jika ada tempat yang tidak dapat aku kunjungi, itu bukan masalah yang berarti, karena esensi dan kebahagian dari sebuah traveling adalah spontanitas. Kendati demikian, ada satu hal yang selalu menjadi prioritasku ketika traveling yakni, melakukan reservasi restoran. Aku tidak ingin mengulang kesalahan seperti yang terjadi di Meksiko beberapa waktu lalu, di mana aku melewatkan berbagai hidangan terlezat yang disuguhkan Pujol Restaurant," tutur Lale Arikoglu.

"Aku baru saja menobatkan diri sebagai seorang wingers. Aku rasa ini adalah kesalahan New York. Ketika aku pindah ke kota ini, aku termasuk orang yang mempersiapkan segala sesuatu dengan terencana, tepat waktu, dan tidak memberikan celah untuk melakukan kesalahan sedikit pun. Namun dengan adamya subway (kereta bawah tanah), kehidupan di tempat ini terasa begitu cepat dan mau tidak mau Anda harus terbawa arus. Melihat fakta tersebut, aku memutuskan untuk membuat kehidupan serta kebiasaan travelingku menjadi lebih relax dan santai. Sekarang aku hanya memesan tiket pesawat dan melakukan reservasi hotel. Aku membayar Wi-Fi di pesawat hanya untuk menandai satu titik yang akan aku kunjungi melalui Google Maps. Cara ini membuatku dapat mengeksplorasi lebih dalam, dan bahkan menemukan tempat-tempat unik yang tidak diketahui banyak orang," ujar Meredith Carey.

Planners: "Persiapan itu penting bagi mereka yang sibuk dan memiliki keterbatasan waktu"

"Aku menyadari, membuat perencanaan yang terlalu berlebihan akan mengurangi kesempatan kita untuk menemukan hal-hal menarik dan spontan. Namun di satu sisi, apabila Anda mengabaikan hal tersebut aktivitas wisata pun bisa jadi berantakan. Apalagi jika harus melakukan perjalanan udara selama berjam-jam hanya untuk mengunjungi destinasi impian. Anda tentunya tidak ingin melewatkan tempat-tempat menarik seperti museum dan mencicipi berbagai kuliner khas lokal di restoran ternama. Merancang rencana perjalanan juga memungkinkan Anda untuk mempersiapkan strategi jitu agar dapat menyambangi tempat-tempat unik lainnya. Hal ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki kesibukan dan waktu liburan terbatas. Saat traveling, aku biasanya menyiapkan potongan-potongan kliping yang berisikan informasi-informasi penting seputar destinasi yang hendak aku kunjungi. Tidak hanya itu, aku juga seluangkan waktu untuk mencetak artikel atau email rekomendasi dari kerabat yang pernah mengunjungi destinasi tersebut. Dengan demikian, aku bisa memastikan bahwa waktu yang kumiliki tidak terbuang sia-sia, dan berharap bisa mendapatkan kejutan selama perjalanan berlangsung," tukas Alex Postman.

Aku menyadari, membuat perencanaan yang terlalu berlebihan akan mengurangi kesempatan kita untuk menemukan hal-hal menarik dan spontan. Namun di satu sisi, apabila Anda mengabaikan hal tersebut aktivitas wisata pun bisa jadi berantakan. Apalagi jika harus melakukan perjalanan udara selama berjam-jam hanya untuk mengunjungi destinasi impian. Anda tentunya tidak ingin melewatkan tempat-tempat menarik seperti museum dan mencicipi berbagai kuliner khas lokal di restoran ternama. Merancang rencana perjalanan juga memungkinkan Anda untuk mempersiapkan strategi jitu agar dapat menyambangi tempat-tempat unik lainnya. Hal ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki kesibukan dan waktu liburan terbatas. Saat traveling, aku biasanya menyiapkan potongan-potongan kliping yang berisikan informasi-informasi penting seputar destinasi yang hendak aku kunjungi. Tidak hanya itu, aku juga seluangkan waktu untuk mencetak artikel atau email rekomendasi dari kerabat yang pernah mengunjungi destinasi tersebut. Dengan demikian, aku bisa memastikan bahwa waktu yang kumiliki tidak terbuang sia-sia, dan berharap bisa mendapatkan kejutan selama perjalanan berlangsung,
Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...