Polres Bener Meriah melalui Satreskrim telah menetapkan tersangka dan menahan dugaan pembuatan ijazah palsu, pada Sabtu (23/1/2021) lalu. Tersangka yang ditetapkan yakni , AS (37) yang merupakan staf di Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah yang mengaku telah membuat sebanyak 30 lembar ijazah. Polres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim mengatakan, sejauh ini masih menetapkan dan menahan tersangka dugaan pembat ijazah palsu.

Banjir Semakin Parah

Cek Mad Perintahkan Jajaran Ambil Langkah Tanggap Bencana

BULKHAINI Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib
A A A

ACEH UTARA - Intensitas hujan serta debit air yang besar sehingga merendam sebagian besar wilayah Aceh Utara. Bupati H Muhammad Thaib atau akrab disapa Cek Mad telah memerintahkan semua SKPK, hingga para Camat dan Geusyik, untuk mengambil langkah-langkah tanggap bencana banjir.

BACA JUGA:Empat Perahu Karet Disiagakan di Kota Lhoksukon

Hal itu dilakukan Bupati H Muhammad Thaib karena melihat banjir di Aceh Utara sejak Jum'at akhir pekan lalu semakin parah, Senin (7/12/2020)

"Hampir semua kecamatan yang ada di Aceh Utara terendam banjir, saya sebagai pimpinan di Aceh Utara telah memerintahkan seluruh unit pemerintahan di bawah koordinasi saya untuk terus meng-update situasi dan melakukan langkah langkah tanggap bencana,” Ujar Cek Mad sapaan akrab Bupati.

Menurut Cek Mad, tanggap bencana yang dimaksud, termasuk contigency plan paska banjir, di tengah keterbatasan anggaran akibat wabah Covid-19.

“Kami telah semaksimal mungkin melakukan langkah-langkah dalam menghadapi bencana banjir ini,” ungkap Cek Mad.

Dikatakan Cek Mad, Namun terpenting yang ingin di sampaikan menyangkut bendungan Krueng Pase dengan permasalahan yang juga sangat komplit. Mulai dari pemilik lahan yang sampai saat ini terus bertahan dengan cara pandangnya hingga persoalan-persoalan lain yang belum tuntas hingga saat ini.

“Untuk itu, perlu mengintegrasikan kewenangan dan peran Pemkab, Pemprov dan Pemerintah Pusat, saya sebagai Bupati Aceh Utara berharap kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk memprioritaskan permasalahan bendungan Krueng Pase, karena ini bukan masalah banjirnya saja, tetapi juga menyangkut hasil tanam, ternak dan harta benda masyarakat yang setiap tahunnya merugi akibat imbas banjir,” kata Cek Mad.

Cek Mad juga menyampaikan kepada masyarakat Aceh Utara yang saat ini ditimpa bencana banjir turut prihatin dan berduka atas musibah tersebut.

“Mohon doa dari semua pihak, mudah-mudahan semua yang kita hadapi saat ini segera berakhir. Saya yakin pembangunan bendungan Krueng Pase segera terealisasi, meskipun harus saya pertaruhkan jabatan saya sebagai Bupati Aceh Utara,” tegas Cek Mad

Selain itu, Cek Mad juga telah memerintahkan Kepala BPBD Aceh Utara untuk segera mengkomunikasikan dan berkoordinasi dengan PT PLN, PDAM dan PT Telkom agar memastikan dalam kondisi banjir ini masyarakat tetap mendapatkan pelayanan prima, khususnya terhadap ketersediaan listrik, air bersih dan jaringan komunikasi.

“Jaringan listrik agar secepatnya dapat dipulihkan di daerah-daerah yang terdampak banjir, begitu juga air PDAM dan jaringan Telkom. Kami minta agar bertindak cepat agar kebutuhan air dan komunikasi masyarakat tidak terganggu,”ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...