Puluhan papan bunga ucapan Selamat dan Terimakasih kepada Gubernur Aceh berjejer terpasang di depan Pendopo Gubernur Aceh tepatnya di jalan Jalan Japakeh No.1, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Pantauan acehimage.com, pada Jumat (5/3/2021). Papan bunga ini terpasang mulai di depan Museum Aceh hingga pagar samping pendopo (pintu masuk Anjong Mon Mata). Memang papan bunga yang terpasang kali ini berbeda dengan yang dipasang di depan Kantor Gubernur Aceh beberapa waktu lalu. Kali lebih kepada program "pencitraan" Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Cegah Syndrome Pensiun, Agustama Nikmati Jadi Petani

PRASETIYOKepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Utara, Drs. Agustama, Apt., M.Kes sedang menunjukkan cabai rawit hasil kebunnya.
A A A

SUMUT - Pensiun merupakan masa yang rentan bagi kesehatan jiwa seseorang. Terhentinya rutinitas kerja, terkadang menimbulkan kejutan mental hingga membuat kecemasan berlebihan dalam beradaptasi. Hal inilah yang disebut sebagai post power syndrome atau dikenal juga dengan nama syndrome pensiun.

Ada banyak cara agar kondisi ini tidak menyerang para pensiunan. Salah satunya dengan bertani, seperti yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Utara, Drs Agustama Apt MKes.

Kesibukan yang juga hobinya sejak tahun 2019 silam tersebut, membuatnya tidak sungkan untuk memegang cangkul, menanam, memupuk dan langsung memetik hasil dari berbagai tanamannya, seperti cabai, bawang, kopi, dan jagung.

"Inilah kesibukan saya, hobi saya. Saya menanam dan memetik hasil tanaman saya. Ya, tentu saja ada yang membantu saya untuk mengelola ini semua," ungkap Agustama, Senin (18/01/2021) siang di kebunnya yang berada di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

Hasil utama baginya dalam bertani bukanlah omzet, melainkan mencari kesehatan, kebahagian dan kesibukan di masa pensiunnya. Hal itu didapatnya melalui pemandangan hijau dan udara segar di ladangnya.

Belum lagi, lokasi kebun yang berada di bukit mengharuskannya untuk berjalan kaki dengan jarak tempuh yang lumayan. Keadaan ini pula yang tanpa sengaja membuat kaki dan nafasnya tetap terjaga.

"Udara segar di sini, pemandangan hijau. Ini ciptaan Allah. Ketika kita nikmati, kita sehat. Belum lagi ketahan kaki dan nafas saya dilatih saat menuju kebun," tutur Agustama penuh rasa syukur.

Pilihan bertani di ketinggian 1.400 MDPL, tidak harus menjadi pilihan. Sebagai mantan pejabat utama di Dinkes Sumut, Agustama berpesan, agar para orangtua khususnya para pensiunan menciptakan kesibukan positif lainnya, seperti ikut kegiatan rohani, bermain dengan cucu, merawat bunga dan lainnya.

PRASETIYO

Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...