Selain Imunisasi,

Cegah Difteri dengan Konsumsi Aneka Makanan Ini

FOTO | ISTIMEWAMakanan Sehat
A A A
Jadi memang ada yang tidak mendapatkan imunisasi atau imunisasinya tidak lengkap,

MASYARAKAT Indonesia tengah dihebohkan kemunculan penyakit difteri yang masuk dalam status kejadian luar biasa (KLB). Bahkan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan imunisasi serentak di sejumlah daerah termasuk, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Sedikit tentang difteri, penyakit ini diketahui disebabkan oleh bakteri Cortnebacterium diphteriae yang dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak. Menteri Kesehatan, Nila Moeloek mengatakan penyebab penyakit difteri timbul di masyarakat Indonesia, karena mereka tidak mendapatkan imunisasi atau tidak melakukan imunisasi berkelanjutan.

“Jadi memang ada yang tidak mendapatkan imunisasi atau imunisasinya tidak lengkap,” tutur Nila.

Lebih lanjut ia menjelaskan, proses pemberian imunisasi ini menjadi sebuah hal penting yang seharusnya dilakukan setiap keluarga pada anak-anak di usia belia. Misalnya, tahapan pertama iminusisasi difteri bisa dilakukan pada anak usia 2 bulan, lalu dilanjutkan pada bulan keempat. Setelah itu, imunisasi kembali disuntikan ketika menginjak usai 18 bulan, dan ketika memasuki sekolah dasar yakni di kelas 1, 2 dan, 5.

Selain imunisasi, ada beberapa cara ampuh untuk melindungi anak dari serangan penyakit difteri. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang. Para ahli merekomendasikan para pengidap difteri untuk mengonsumsi jus buah, susu, bawang putih, buah-buahan dan sayuran segar.

Tidak hanya itu, ada juga beberapa makanan yang harus dihindari seperti makanan pedas, makanan mengadung minyak, lemak, serta alkohol. Di sisi lain, orang tua juga harus memperhatikan kegiatan anak-anak mereka di rumah. Bisa dimulai dengan membimbing mereka agar lebih banyak meminum air, istirahat dengan cukup, selalu mencuci tangan, dan yang terpenting adalah melakukan imunisasi berkelanjutan.

Bagi pasien pengidap difteri, juga diminta untuk menghindari tidur terlentang. Hal ini untuk mencegah tertelannya cairan atau sekresi yang ada di dalam kerongkongan dan mulut. Demikian dilansir dari Mtatva, Senin (11/12/2017).

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...