Sebanyak 281 warga Rohingya melarikan diri dari kamp penampungan sementara di BLK Lhokseumawe, Aceh. Mereka datang dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama terdampar di Aceh Utara sebanyak 99 orang, lalu di Kota Lhokseumawe sebanyak 297 orang. Total dari kedua gelombang itu 396 orang yang ditampung di Kamp BLK Lhokseumawe. “Mereka meninggalkan kamp tanpa sepengetahuan petugas. Mereka menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyeberang ke Malaysia, karena sejak awal memang tujuan mereka Malaysia,” kata Mitra.

Cara dan Syarat Mencairkan Uang Bansos BPUM Rp 2,4 Juta

iStockIlustrasi
A A A

JAKARTA- Bansos BPUM Rp 2,4 juta telah dicairkan pemerintah untuk UMKM yang memenuhi syarat. Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang diberikan dalam bentuk cash ini bisa langsung digunakan penerimanya.

Dikutip dari situs Kementerian Koperasi dan UKM, cara dan syarat pencairan bansos BPUM Rp 2,4 juta ternyata mudah. Pencairan menggunakan tiga bank penyalur yaitu BRI, BNI, dan Bank Syariah Mandiri.

Cara dan syarat mencairkan bansos BPUM Rp 2,4 juta
Berikut adalah proses pencairan bansos BPUM Rp 2,4 juta menggunakan BRI

A. Syarat mencairkan bansos BPUM Rp 2,4 juta:
Membawa buku tabungan
Membawa Kartu ATM
Membawa KTP
Membawa Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh aparat Desa setempat
Notifikasi (SMS) pemberitahuan penerima bansos BPUM Rp 2,4 juta.

B. Cara mencairkan bansos BPUM Rp 2,4 juta:
1. Pastikan telah menerima SMS pemberitahuan telah menerima bansos BPUM Rp 2,4 juta

2. Telah mengecek di situs https://eform.bri.co.id/bansos/penerima_bpum dan tidak menerima hasil berikut

Syarat dan cara mencairkan bansos bpum BRI Rp 2,4 juta yang tidak diterima. Foto: BRI

3. Tidak perlu khawatir jika tidak memiliki rekening di bank penyalur karena akan dibuatkan rekening

4. Bansos BPUM Rp 2,4 juta diberikan dalam bentuk cash dan hibah, sehingga tidak perlu dikembalikan.

Program dana bansos BPUM Rp 2,4 juta direncanakan berlanjut hingga 2021. Keberlanjutan program disebabkan respon positif dari pelaku industri UMKM yang harus bertahan selama pandemi.

Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, keadaan ekonomi mungkin lebih baik dibanding 2020. Namun masih sangat sulit bagi UMKM, sehingga perlu bantuan untuk kembali produktif.

Sumber:Detik.com
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...