Pengobatan Kanker secara Paliatif

Cara Baru Perawatan Pasien di Rumah

FOTO | ILUSTRASIIlustrasi
A A A

PREVALENSI kanker di dunia termasuk Indonesia terus meningkat seiring berjalannya waktu. Bahkan diperkirakan pada 2025 jumlah pasien kanker akan 50% lebih banyak dibanding 30 tahun sebelumnya. Walaupun begitu, upaya pegobatan harus tetap dilakukan agar pasien kanker mencapai kesembuhan.

Selain membutuhkan pengobatan kuratif, pasien kanker juga membutuhkan pengobatan paliatif. Ada 2 jenis untuk pengobatan ini yaitu paliatif dengan obat dan perawatan paliatif. Paliatif dengan obat, biasanya dilakukan oleh dokter yang menangani pasien. Sedangkan perawatan paliatif dilakukan oleh tenaga khusus atau anggota keluarga di rumah.

Paliatif berasal dari kata palliate yang berarti mengurangi keparahan tanpa menghilangkan penyebab. Dapat dikatakan upaya pengobatan ini berusaha untuk meringankan atau mengurangi penderitaan pasien. Saat ini pengobatan paliatif sudah menjadi bagian integral dari pendekatan terapetik terhadap pasien.

“Paliatif adalah konsep baru yang dikenalkan pada masyarakat. Tujuannya, paling tidak keluarga bisa merawat pasien di rumah dan membantu meringankan bebannya. Dokter juga berperan serta, contohnya ketika pasien datang sudah kesakitan sebelum diperiksa diberikan obat untuk meredakan nyerinya,” ujar Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP.

Prof Aru menambahkan, perawatan paliatif bagi pasien kanker dapat meningkatkan kualitas hidup pasien karena merasa lebih nyaman. Selain itu, keluarga yang merawatnya juga dapat menerima kondisi pasien baik secara fisik, psikososial, ataupun spiritual.

Hingga saat ini, masih belum begitu banyak masyarakat yang mendapat perawatan paliatif kepada pasien. Di sisi lain, perawatan ini bukan hanya dilakukan di rumah tapi juga di rumah sakit. Sayangnya tenaga di rumah sakit untuk melakukannya belum begitu banyak.

“Pelayanan paliatif di rumah sakit belum ada timnya. Tapi umumnya di rumah sakit besar sudah ada yang membentuk tim tersebut karena kebutuhan. Tim ini dibutuhkan karena akan mendukung pasien-pasien dengan penyakit kronis,” ujar Dr Nadia Ayu Mulansari, SpPD-KHOM dalam kesempatan sama.

Oleh karena itu, YKI akan melakukan pelatihan di sejumlah kota bagi para tenaga medis, dan anggota keluarga pasien kanker mengenai pengobatan paliatif. Saat ini, pelatihan sudah dilakukan di beberapa cabang YKI antara lain Kupang, Palembang, Makassar dan Bandung.

Rencananya pelatihan selanjutnya akan dilakukan di Semarang, Jakarta, Samarinda, Bandung, Yogyakarta, Solo, Padang dan Lampung.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...