Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 Bertambah

Bupati Sarkawi Minta Warga Jangan Jadi Silent Killer

ISTIMEWAPerkembangan COVID-19 Kabupaten Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH – Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi meminta warga Bener Meriah jangan menjadi silent killer, istilah silent killer dikutip orang nomor satu penghasil kopi arabika itu dari Ketua Satgas Nasional Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo yang ditujukan bagi orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala.

"Kami berharap warga Bener Meriah agar mematuhi protokol kesehatan terutama yang terkonfimasi positif Covid-19 tanpa gejala, sayangi keluarga dan masyarakat sekitar. Jangan jadi silent killer," ungkap Bupati Bener Meriah melalui Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Bener Meriah, Khalisuddin, Kamis (15/10/2020).

Dikatakan Khalis, Bupati juga mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelayan publik agar menjadi contoh bagi masyarakat dalam penegakan protokol kesehatan (Prokes).

"Jangan sampai ada laporan bahwa ASN dan pelayan masyarakat lainnya hingga level Kampung serta orang berpendidikan yang justru melanggar prokes. Ini tidak boleh terjadi,"tegas Bupati.

Terlebih, kata Bupati saat ini status Kabupaten Bener Meriah sudah mendekati ke zona merah.

"Ayo saling mengedukasi, tak bosan-bosan kami ingatkan untuk menjaga jarak, hindari keramaian, pakai masker dan cuci tangan dengan sabun di air mengalir sesering mungkin, kita jadikan ini sebagai perilaku," imbau Bupati.

Terkait rincian penambahan kasus hingga 15 Oktober 2020, dirincikan Khalisuddin berdasarkan laporan Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Bener Meriah ada penambahan 9 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Diantara mereka yang berdomisili di Kecamatan Wih Pesam masing-masing berinisial S (45), MDM (48).

Berikutnya warga Kecamatan Bandar, SD (43), MR (23), R (53), MY (34).

Warga lainnya dari Kecamatan Timang Gajah masing-masing F (22) dan S (52).

Sementara untuk Kecamatan Permata tercatat berinisial M (25).

Lain itu ada 1 konfirmasi positif dengan status kependudukan sebagai warga Kota Lhokseumawe dengan inisial ERS (28).

"Untuk ERS ini sedang kita komunikasikan apakah masuk ke data Bener Meriah atau Kota Lhoksumawe," ungkapnya.

Selain informasi konfirmasi positif tersebut, sebanyak lima orang menjalani isolasi mandiri di Kecamatan Bukit dengan inisial DA (14), S (48), AM (35), M (34), AE (33). Kemudian dua orang di Kecamatan Bandar dengan inisial MAP (35), RW (29) dan 3 orang di Kecamatan Wih Pesam dengan inisial SAD (43), CPW (19) dan SHW (9).

"Kepada yang terkonfirmasi positif covid-19 sudah kami sampaikan secara lisan yang disusul tertulis. Tim Satgas segera melakukan tracking atau tracing kontak erat dan memonitornya bersama Satgas Kecamatan dan Kampung," jelas Khalisuddin.

Rincian kasus hingga saat ini, tambah Khalisuddin, Suspect 93 orang, selesai pemantauan 89 orang, dalam pemantauan 3 orang dan dirawat 1 orang.

Sementara untuk Probable 24 orang, dirawat 4 orang, dalam pemantauan 4 orang, sembuh 15 orang dan meninggal dunia 1 orang.

"Jadi Konfirmasi Positif berjumlah 101 orang, dinyatakan sembuh 56 orang, meninggal dunia 3 orang, menjalani isolasi mandiri 38 orang dan sedang dalam perawatan sebanyak 4 orang," tutup Khalisuddin.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...