Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah kembali didemo oleh Mahasiswa, Kamis (17/9). Aksi unjuk rasa kali ini dilakukan oleh Mahasiswa Ilmu Politik UIN Ar- Raniry Banda Aceh. Massa aksi unjuk rasa meminta Kepala Pemerintahan Aceh menjamin perlindungan terhadap petani dan nelayan sebagai upaya memastikan ketahanan pangan. Para pendemo membawa berbagai poster seperti "Buya Krueng Teudong-dong Buya Tamoeng Meuraseki"

Jalan Samar Kilang Amblas

Bupati Sarkawi Kecewa Terhadap Rekanan

Jalan amblas
A A A

BENER MERIAH – Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi mengaku sangat kecewa terhadap rekanan yang mengerjakan proyek jalan Samar Kilang. Dimana badan jalan tersebut sudah amblas.

Kekecewaan Sarkawi begitu memuncak ketika melihat badan jalan tepatnya di Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama yang sudah rusak parah.

“Kita kecewa dengan rekanan yang tidak mengerjakan dengan baik program pembangunan jalan yang dibangun Pemerintah Aceh," kata Sarkawi ketika dikofirmasi, Senin (7/9/2020).

Tidak sendiri, saat peninjuan tadi, mantan Ketua MPU ini turut didampingi oleh Staf PUPR Provinsi Aceh, Aisten II Setdakab Bener Meriah Abdul Muis, Seketaris Dinas Kominfo Bener Meriah Khalisuddin dan Wakil I DPRK Bener Meriah Tgk Husnul Ilmi.

Kata Abuya Sarkawi, pemerintah sudah berusaha payah menyiapkan anggaran semestinya pihak rekanan melaksanakan dengan baik, akibatnya kualitas yang kurang baik seperti menjadi salah satu faktor amblasnya badan jalan.

Untuk mengatasi percepatan perbaikan jalan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten penghasil kopi arabika itu mengaku sudah memangil staf Dinas PUPR Aceh.

Sementara itu, Khalisuddin Sekretaris Kominfo Kabupaten Bener Meriah yang turut mendampingi Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi mengatakan, kondisi jalan amblas di Kampung Tembolon Kecamatan Syiah Utama semakin parah bahkan kendaraan yang melintas jalan itu harus di bantu didorong untuk bisa melintas.

Kata Khalis, jalan tersebut sangat urgen yang harus ditangani segera hal itu guna menghindari terjadinya kecelakaan.

"Melihat kondisi kerusakan jalan tersebut yang sangat parah, pihak provinsi Aceh sedang merancang apakah jalan itu di perbaiki atau malah harus dialihkan karena selain amblas dari bagian atas juga longsor," ujar mantan Camat Kecamatan Syiah Utama ini.

Menurut perkiraannya, jalan yang amblas tersebut mencapai 20 meter dan untuk memperbaiki jalan tersebut membutuhkan anggran yang lumayan besar, dikarenakan banyak lokasi lain yang mengalami kerusakan.

“Banyaknya jalan amblas, mengakibatkan ruas jalan menyempit sehingga sering terjadi kecelakaan, saya pribadi saat bertugas menjadi Camat kala itu sudah pernah ditabrak oleh warga yang menghindari jalan amblas tersebut padahal kami dalam kondisi berhenti," demikan Khalisuddin.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...