Prancis Juara karena Sepakbola

Bukan Cuma soal Main Cantik dan Penguasaan Bola

GETTY IMAGESPrancis juara Piala Dunia 2018 usai kalahkan Kroasia 4-2.
A A A

LONDON - Prancis dinilai memang pantas menjuarai Piala Dunia 2018. Gary Neville menilai Prancis punya mental juara dan pragmatisme yang dibutuhkan untuk menang.

Prancis tampil sebagai juara Piala Dunia 2018 berkat kemenangan 4-2 atas Kroasia di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam WIB. Empat gol didapatkan dari gol bunuh diri Mario Mandzukic, lalu dari Antoine Griezmann, Paul Pogba, dan Kylian Mbappe.

Sementara Kroasia sempat menjaga peluang melalui gol Ivan Perisic dan Mandzukic, kendati pada akhirnya gagal comeback.

Secara permainan, Prancis dinilai sebenarnya tak menunjukkan sesuatu yang istimewa. Les Bleus hanya menguasai bola sebanyak 39% dan cuma mencatatkan 271 umpan dengan akurasi 75%, sementara Kroasia melakukan 547 umpan dengan tingkat akurasi 83%.

Namun Neville menyebut, di saat yang sama Prancis tahu bagaimana meredam Kroasia dan mendapatkan gol dari kesempatan yang ada. Kecuali kesalahan fatal dari Hugo Lloris pada gol kedua Kroasia, Prancis tampil minim error agar tak memberikan peluang untuk lawan.

Sebaliknya Kroasia punya dua momen sial, kalau tak bisa dibilang kesalahan. Gol bunuh diri Mandzukic dan handball Perisic memberi jalan Prancis untuk membuka keunggulan.

Kroasia sepanjang laga hanya mendaratkan tiga tembakan tepat target dari 15 percobaan. Sementara Prancis begitu efisien, dari delapan tembakan mereka enam di antaranya mengarah ke gawang.

Neville mengatakan bahwa Prancis menunjukkan untuk jadi juara tak mesti bermain cantik dan harus menggunakan pendekatan dari penguasaan bola. Sekalipun minim menguasai bola, Prancis mengontrol laga dan cukup berhasil menetralkan Kroasia.

"Mereka bukan cuma pemain bagus, mereka tidak hanya sekadar pemain berteknik, namun mereka juga kuat, teguh, dan mereka bisa melalui pertandingan-pertandingan sulit. Mereka tak mesti bermain bagus untuk menang," kata pemain legendaris Manchester United ini dilansir Sky Sports.

"Kita sudah terbiasa berpikir dalam 10 tahun terakhir ini bahwa penguasaan bola adalah faktor dominan dalam sebuah laga karena yang dilakukan Spanyol dan Jerman dengan pengaruh Pep Guardiola. Tapi di Piala Dunia ini, itu sedikit bergeser."

"Kroasia selalu bakal menguasai bola lebih banyak, mereka selalu akan menekan Prancis, tapi Prancis menyerang balik mereka, memukul, dan menjatuhkan mereka. Itu adalah taktik untuk memenangi pertandingan."

"Jangan biarkan penguasaan bola menipu Anda agar berpikir bahwa Prancis tak mengontrol pertandingan tersebut. Prancis mengontrol laga itu sementara mereka tak menguasai bola," imbuh pria yang kini jadi analis sepakbola tersebut.

Kode:47
Sumber:detik.com
Rubrik:Sport

Komentar

Loading...