BMA dan HMP Ekonomi Syariah Gelar Seminar ZISWAF

FOTO | HUMAS BMABaitul Mal Aceh (BMA) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ekonomi Syariah UIN Ar Raniry mengadakan seminar tentang Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) di Aula Biro Rektor UIN Ar Raniry (27/3).
A A A

ACEH - Baitul Mal Aceh (BMA) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ekonomi Syariah UIN Ar Raniry mengadakan seminar tentang Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) di Aula Biro Rektor UIN Ar Raniry (27/3).

Seminar yang mengangkat tema “Optimalisasi Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf dalam pembangunan ekonomi umat” tersebut diisi oleh tiga narasumber yaitu dr. Analiansyah, MA , dr. Hafas Furqani, M. Ec, dan Kepala Bidang Sosialisasi Baitul Mal Aceh, Rizky Aulia, S. PdI.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Ar Raniry, Analianysah mengatakan seminar ini penting bukan hanya untuk mahasiswa saja tapi juga untuk pemerhati ZISWAF”. ZISWAF terus mengalami perkembangan serta kajian tulisan tentang ZISWAF yang selalu meningkat.

“Kita berharap Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Ar Raniry menjadi fakultas yang ikut berpartisipasi mengangkat kajian tentang ZISWAF ini,” pintanya.

Sementara itu, Rizky Aulia dalam paparan materi yang berjudul optimalisasi peran ZISWAF dalam membangun perekonomian ummat menyampaikan kontribusi yang telah dilaksanakan oleh BMA dalam menanggulangi kemiskinan terutama di sektor pemberdayaan ekonomi.

“Dalam qanun Baitul Mal disebutkan salah satu poinnya adalah zakat dan infak dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi. Poin lainnya zakat infak telah dimasukkan dalam pendapatan daerah, sehingga intervensi pemerintah dalam pengelolaan zakat infak sangat kuat,” ungkapnya.

Selain itu, Hafas Furqani selaku pemateri kedua mengatakan bahwasannya zakat menegakkan pilar hubungan spritual antara manusia dengan manusia. Ada tanggung jawab sosial dalam setiap harta yang dimiliki oleh seorang muzaki.

“Tugas pemerintah Aceh menegakkan Islam secara kaffah salah satunya zakat ini agar mempunyai efek pengaruh dalam ekonomi daerah,” harapnya.

Sedangkan pemateri ketiga, Analiansyah yang membawakan materi tentang Peran Negara dalam Pengelolaan Zakat Mal menegaskan bahwa zakat tidak boleh dikelola individu karena ada peran negara. Praktik Rasulullah mengirim amil dan praktik masa kekhalifahan Umar dibentuknya Baitul Mal merupakan makna lain berarti adanya peran pemimpin negara dalam mengelola zakat.

“Undang Undang Dasar Negara kita juga mengintruksikan fakir dan miskin serta anak-anak terlantar dipelihara oleh negara dan salah satu wujudnya dengan pengelolaan zakat karena dana zakat termasuk bentuk perlindungan kepada fakir miskin,” ungkapnya.

Seminar ini diikuti oleh 200 orang peserta yang terdiri atas mahasiswa UIN Ar Raniry dan mahasiswa dari beberapa Universitas lainnya di Banda Aceh.

Sumber:Rilis
Rubrik:Baitul Mal Aceh

Komentar

Loading...