Petaka Salah

Blunder Karius Buyarkan Impian Liverpool

AFPPenyerang Liverpool, Mohamed Salah (tengah) menangis saat meninggalkan lapangan karena cedera dalam final Liga Champions melawan Real Madrid, Sabtu, 26 Mei 2018.
A A A

KIEV – Liverpool gagal menorehkan kembali sejarah di Liga Champions. Trofi Liga Champions yang terakhir kali mereka raih di musim 2004/05 gagal mereka bawa pulang setelah dikalahkan Real Madrid 1-3 di babak final yang berlangsung di Kiev, Ukraina, Minggu (27/5) dini hari WIB.

Kekalahan Liverpool sebenarnya sudah “tercium” setelah pemain andalannya, Mohamed Salah harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Perebutan bola yang sengit dengan bek Madrid Sergio Ramos berbuah fatal buat Salah. Pemain asal Mesir itu tersungkur keras ke tahan yang membuat cedera pada bahunya. Imbasnya, Salah tak bisa melanjutkan pertandingan ketika pertandingan baru berjalan 33 menit.

Dominasi Liverpool sejak awal pertandingan perlahan hilang selepas Salah ditarik keluar. Hal ini diakui kapten Jordan Hendersson.

"Ketika Mo Salah mengalami cedera, mereka mulai mendominasi bola. Mereka mencetak gol yang offside di babak pertama tapi kami tetap di pertandingan. Kami masih percaya kami bisa melanjutkan, tetapi ada beberapa gol di malam lain yang tidak akan masuk," ujar Hendersson usai pertandingan.

Selain Salah, salah satu penyebab kekalahan Liverpool adalah blunder yang dua kali dilakukan kiper Lorius Karius. Gol pertama Madrid yang dicetak Karim Benzema tercipta lantaran Karius yang ceroboh melesakkan lemparan di area penalti padahal di dekatnya ada Benzema. Akibatnya, bola lemparan Karius dipotong kaki Benzema yang kemudian memantul masuk ke dalam gawang.

Tertinggal 1-2, Liverpool sebenarnya masih memiliki peluang menyamakan skor. Motivasi pemain masih begitu tinggi. Tetapi sayang, blunder kedua Karius seakan mencabut motivasi pemain. Kegagalannya menangkap sempurna tendangan jarak jauh Bale menjadi petaka.

Karius pun menangis terisak-isak usai pertandingan sambil meminta maaf atas kesalahannya kepada suporter Liverpool yang hadir di stadion.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya sangat meminta maaf untuk rekan setim, atas kekalahan di final. Mereka mencoba menyemangati saya, tetapi saya merasa sangat bersalah," ujar Karius.

Namun terlepas dari kondisi tersebut, Real Madrid membuktikan kematangan dan pengalamannya di final. Sempat tertekan di awal babak, pasukan Zinedine Zidane tetap tampil tenang.

Ini juga tidak lepas dari strategi jitu pelatih Zinedine Zidane yang menarik keluar Isco dan memainkan Bale di babak kedua.

Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Sport

Komentar

Loading...