Konsumsi Brokoli

Bisa Mencegah Kanker Prostat

FOTO | ISTIMEWABrokoli bantu mencegah kanker prostat
A A A
Data memperkuat gagasan bahwa IncRNAs adalah sebuah jalan baru yang menarik untuk penelitian kemoprevensi, dan bahan kimia yang berasal dari diet dapat mengubah mereka,

PRIA rugi kalau tidak suka makan sayuran, terutama brokoli. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa konsumsi brokoli setiap hari dapat membantu mencegah kanker prostat.

Para peneliti Oregon State University menemukan bahwa sulforaphane, senyawa makanan dari brokoli membantu mencegah kanker prostat, dapat bekerja melalui pengaruhnya terhadap panjang, RNA non coding.

Ini adalah langkah maju yang menarik dari studi genetika yang mendasari perkembangan kanker. Penelitian ini memberikan bukti lebih untuk bagaimana incRNAs, yang pernah dianggap jenis "DNA sampah" atau tidak ada fungsinya, mungkin berperan penting dalam memicu sel untuk menjadi ganas dan menyebar.

Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa incRNAs, yang jumlahnya ribuan, memiliki peran besar dalam pengembangan sel, sering dengan mengendalikan gen atau melaksanakan fungsi genetik.

Para ilmuwan sekarang percaya bahwa ketika IncRNAs ini disregulasi mereka dapat berkontribusi untuk beberapa proses penyakit, termasuk kanker. "Ini bisa menjadi titik balik dalam pemahaman kita tentang bagaimana kanker dapat dipicu dan menyebar.

Ini jelas menarik bahwa senyawa diet ini, ditemukan di beberapa tingkat tertinggi dalam brokoli dapat memengaruhi IncRNAs," jelas peneliti utama Emily Ho yang dikutip Zeenews, Jumat (17/3/2017).

Hal ini bisa membuka pintu untuk berbagai macam strategi diet baru, makanan atau obat-obatan yang memainkan peran dalam melawan kanker atau terapi.

Secara khusus penelitian ini menunjukkan, salah satu IncRNA disebut LINC01116, diregulasi dalam garis sel manusia dari kanker prostat, tetapi dapat dikurangi dengan pengobatan sulforaphane, kata Emily Ho.

"Data memperkuat gagasan bahwa IncRNAs adalah sebuah jalan baru yang menarik untuk penelitian kemoprevensi, dan bahan kimia yang berasal dari diet dapat mengubah mereka," tulis para ilmuwan dalam studi mereka. "Ini mungkin lebih dari sekedar pencegahan kanker.

Ini akan menjadi nilai yang signifikan jika kita bisa mengembangkan metode untuk lebih memperlambat kemajuan kanker, membantu mencegahnya menjadi invasif," simpul para peneliti.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...